Semoga kedepan akan baik - baik saja.
Jika tidak , rekam digital ini adalah bukti analisisku terhadap perjalananku.
Harta bagaikan api yg siap membakar apapun termasuk air sekalipun
Sampaikanlah walau satu ayat !
Metode lembut bisa dipilih daripada diam, daripada yg kemudian khalayak bodoh menormalisasi kekeliruan 🙏🏻
Ijin yg tersakiti olehku, krn tidak mau tunduk pada kekeliruan, tidak logis, manipulatif dan menyakiti orang lemah.
Sekali lagi maafkanlah
Aku bergumam di dalam hati padahal itu uang curian, "Mengapa melepaskannya merasa kehilangan?."
Bukankah seharusnya bersyukur uang curian itu tidak dikonsumsi pribadi.
Bagaimana jika tidak ada yang mau menerima uang yang terlanjur dicuri?
Dimanapun posisi aku dalam kekuasaan, kami bukan meminta belaskasih sebagaimana hewan yg di pelihara. Sebab alasan kalian mungkin saja orang baik yang perlu di dukung utk kemaslahatan umat yang lebih besar.
Pernah adakah fase dimana kamu udh cuek sama bnyk hal makro, cuma cukup butuh hal sederhana yg continue dan stabil. Mungkin Akibat kenyataan pahit dan kepalsuan yg berkepanjangan. Atau hal lain?
Sampai di saat ini penyelamat di titik nadirku, adalah orangtua kami, istriku dan anakku. Wujud kasih sayang Allah SWT yg paling nyata melalui beliau². Yg mentolerir semua salahku. Hingga kini Blm datang wujudnya pertolongan dari yg disebut teman pemuka agama dsb.
Semakin gelap nya peristiwa yg terjadi saat ini apakah kalian merasa semakin jauh dari penyelesaian masalah? Dan bertanya Dimana dan kapan cahaya itu datang
Ada rahasia yg tidak pernah aku tahu, tentang seperti apa aku diwaktu mendatang. Jika semua keinginan terwujud saat ini. Mampukah aku mengendalikan diri. Atau malah terjebak melampaui batas
Pada hakikatnya, titik temu di meja kopi merupakan perpisahan. Kembali kepada keluarga kecil membangun kesejahteraan. Masyarakat merupakan efek bukan tujuan. Berbalik dgn perjuangan para pahlawan yg tulus dalam memerdekakan negeri dari feodalism utk Masyarakat yg adil dan makmur
Menelan waktu yg tak pernah datang kembali. Melucuti masa muda yg menopang masa tua. Dilena dengan kesemuan. Dan kitalah yang salah saat logika menuntut realitas sulit yg sedang dimerdekakan. ~memberikan harapan kepada yg miskin. Memberi rasa aman pada si kaya.
Terima kasih utk hadiah 32 tahunnya. Kamu selalu terbaik dan tak tergantikan. Rasa ini kekal selamanya. Biar kamu terus dalam lindunganNya bersama dengan yang kau cintai. Aamiin
Berfikir Dewasa kadang berperilaku menanggung Rasa pedih sendiri tidak bercerita sampai mendapatkan jalan keluar. Namun kadang juga terhenti didalam lorong menuju jalan keluar. Yang pasti adalah ²i[
1
Dia akan lebih mungkin berhasil membujuk jika dia dapat mendengar kepentingan cinta diri atau self love mereka untuk kebaikannya download beritahu mereka bahwa ini demi keuntungan mereka sendiri untuk melakukan apa yang dia minta dari mereka. TWON/II/18
Saat kita dituntut untuk memenuhi kata-kata , mengambil bagian dari yg kita perjuangkan namun mengesampingkan adanya kita.
Waktu tentu jujur menjawab ketulusan hati