Enaknya Makan Apa Ya?
Dosen lupa membuat tautan, tapi kitalah yang digoblok-goblokkan di depan kelas.
"Mana inisiatif kalian?!" bentaknya. Hebat betul. Gelar berderet-deret, mengurus satu link saja tidak becus.
Di sini kita tak diajari jadi pintar, cuma diajari menelan ludah.
Di setiap lorong fakultas kita dituntut membungkuk, melempar sapa.
Kemarin kusapa, "Siang, Kak," dan ia lewat begitu saja,
matanya menempel di layar. Boro-boro membalas, menoleh pun tidak.
Hormat ditagih ke atas, tak pernah turun ke bawah.
Persetan dengan aturan yang timpang begitu.
Lalu kuseret kaki ke ruangan 201,
menatap breadboard sialan,
merangkai kabel jumper yang tak mau akur.
Otakku nyaris pecah menghitung tegangan,
kewarasanku habis dihajar
puluhan halaman laprak.
Tapi dari semua kekacauan bangsat ini,
kau yang paling tak masuk akal.
Kau, yang hidupnya katanya
dijejali coding python dan lautan data.
Kuajak makan ayam geprek di depan kampus
saja kau tak pernah sudi.
"Aku capek," katamu.
"Tugasku banyak banget."
Sombong sekali.
Tapi lucu, kan?
Tiap tengah malam,kau datang padaku.
Kau kirim foto apa pun yang sedang kau kerjakan,
bertanya soal yang buntu,
minta solusi seolah aku kunci jawaban.
Lalu, selalu,
"Enaknya makan apa ya?"
Padahal makan denganku
tak pernah sudi.
Orang asing mengirim pesan,
kau lapor padaku.
Mau belajar bersama temanmu,
kau kabari aku.
Seolah aku berhak atas jadwalmu,
padahal ajakanku
tak pernah berhak atas waktumu.
Dan segala sumpah serapahmu,
pada tugas, pada dunia,
pada orang-orang yang menyebalkan,
kau muntahkan semuanya padaku.
Kau pelit memberiku senyum di siang hari,
tapi kau jadikan aku
kunci jawaban, penasihat kuliner,
petugas pelaporan,
dan tempat sampah paling eksklusif
untuk segala amarahmu di malam hari.
Layanan 24 jam,
tanpa tarif,
tanpa ucapan terima kasih.
Aku tahu aku cuma tempat bertanya,
tempat melapor, tempat membuang.
Tapi tiap tengah malam, aku tetap menunggu.
Dan sialnya, aku suka.
Di antara semua yang sibuk tampak suci,
cuma kau yang berani tampak bingung,tampak kusut.
Dan cuma di depanku.
Teruslah bertanya dan melapor, sayang.
Muntahkan semua sumpah serapahmu.
Hanya satu yang kuminta:
sekali saja, jawab ajakanku
dengan sesuatu selain "aku capek."
Karena menjadi satu-satunya tempatmu
membuang segala muak pada dunia
ternyata cukup membuatku rela
kembali menatap wajah-wajah arogan itu
dan merangkai kabel-kabel bangsat ini
besok pagi.
i just wanna say Allah is good. mungkin gue di bulan november sampai di akhir semhas ga ngira bakal dikasih keajaiban TA ini. jangan jahat jahat guys sama orang ! lo kira nyokap bokap gue terima anaknya diginiin. gue yg dikatain nenek lampir tp hidup gue masih beradab g kyk lo
Unpopular oppinion:
Kepanitiaan itu ga harus mabacup aja, i mean If u know that's not your path then just try more on the other things. ITS trully provides you with a very big opportunity for you to grow, ada ilits, ada petrolida, ada ASN, all u need to do is apply and see where those things lead u. Stop sitting at your pain. Pay the bill and leave the restaurant!!
@fess10nopember gpp nderr. Yg salah bukan mesti seleksinya tapi bsa jadi emang kita yg ga memenuhi kriteria yg mreka pinginin. Sudah kuliah, sudah dewasa. Jd ayo melihat dr sudut pandang lain. Aku dulu jg gprnah lolos kl daftar kepanitiaan pusat, tapi Allah gnti sm tim riset impian hehe
Tips lancar PDKT: banyak-banyakin deep talk.
Ketika ada 2 orang yang nggak saling kenal, lalu disuruh ngobrol bergantian tentang hal personal, mereka akan cenderung untuk lebih suka satu sama lain
Cobain deh
Guys yang ikut Pertamina Goes to Campus gapapa kan ya kalo seumpama telat dateng? Sender ada kelas nih. Sama kalo seumpama nati di tengah tengah keluar dulu terus masuk lagi gimana? (Ada kelass)
NGEROKOK DI JALAN, ABU KENA MATA ORANG, DAN GA MINTA MAAF, TOLOL NIH AJG. MANA SAMBIL NENTENG ALMET ITS DI TAS WKWKWK
KEJADIAN DEPAN DUA TEMA KEPUTIH, PAKE SCOOPY MERAH, PLAT L DENGAN ANGKA BELAKANG 57, PAKE BAPEL, BONCENGAN. SUMPAH PEAN IDIOT MAS, KENA MATA ORANH ABU ROKOKNYA, TOLONG NDER KALO DI JALAN JANGAN MALU MALUIN, KOE MAHASISWA TOP 10 LOH MAS