kata raditya dika kita itu harus menghargai perasaan pasangan mau logis atau tidak,
misalnya nih pasangan kita enggak suka kita bergaul sama si A karna cemburu aja, padahal kenyataannya kita gak ada apa2.
tapi menurut radit ya ikutin aja, memvalidasi perasaan pasangan dan mengikuti apa yg pasangan mau adalah salah 1 bentuk bahwa kita menghargai dia sebagai pasangan kita.
kamu setuju gak sama raditya dika???
atau punya pendapat berbeda???
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka
1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis.
Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung.
Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental.
2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan.
Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek.
3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy.
The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri.
Seperti apa ulah itu?
Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb.
Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar.
Source gambar : VOI
@keluhkesahkonoh Laki-laki tuh banyak yang dibesarkan untuk menjadi "bukan perempuan", bukan dibesarkan dengan mindset bagaimana jadi "laki-laki". Jadi ya gitu