Kelak aku bilang pada anakku:
jadilah sukses dengan caramu sendiri.
Bangun istanamu dengan tembok yang kuat,
bukan untuk menutup diri,
tapi agar tak mudah dihancurkan.
Karena dunia tak pernah berhenti menilai,
bahkan saat kamu sedang jatuh.
*pacar ijin sesuatu*
*aku ga kasih jawaban tapi kasih pertanyaan*
“Kalau posisinya di balik, kira- kira kamu bakal ijinin ga”
“Engga, hati aku ga sebesar itu ☹️“
(Dan pada akhirnya tetep dilakuin)
Ganyangka kalo bakal di sepelekan ☺️
Bahkan jika reinkarnasi itu benar- benar ada dan kita hidup untuk satu kali lagi di kehidupan yang lain, akan ku pastikan kalau nanti aku akan tetap memilihmu. Entah akan berakhir sama atau tidak.
- Barangkali Kita Memang Butuh Hari Patah Hati
halaman 131