Suporter layar kaca liga luar baiknya tidak ikutan nimbrung tentang dinamika fans sepakbola nasional, deh. 1, ga napak. 2, ga relate.
Nikmati saja kenyamanan kalian dengan nonton depan TV sambil marah-marah di kolom reply Instagram🫰🏻🥂
Mengapa suporter selalu jadi korban kebijakan reaktif? Alih-alih memperbaiki sistem, mereka justru memilih jalan pintas dengan memisahkan gerbong.
Jika sekelas GBK atau JIS tidak bisa dioptimalkan dengan manajemen massa yang saintifik, untuk apa infrastruktur megah itu berdiri?
Tidak akan menghakimi apa yang terjadi. Gue yakin usaha juga udah maksimal buat main di Jakarta.
Gak ada Persib takut main di Jakarta, gak ada Persija takut kalah di Jakarta.
Kedua tim ingin main di tempat terbaik untuk pertandingan terbesar.
Udah abang-abang inget kata Sizuka
Asumsinya jadi liar. Narasinya di giring kemana mana. Padahal jelas, kemampuan untuk punya integritas nya kurang. Mau cakap banyak alasan tetep aja kalah bahkan sebelum pertandingan digelar.
Mau setiap mall yg ada di Jakarta dijadiin stadion pun kalo manajemen sama panpel Persija gitu-gitu aje, tambah old bill yg males dan sama cemennya, ya tetep berak sekebon dul.