Renungan yg baik untuk dilihat. :
"Kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak keinginan yang berhasil kita capai, melainkan pada penerimaan dan rasa syukur terhadap apa yang sudah kita miliki"
#Bagongiyah#JumatBerkah
Yg suka dipakai dalil supaya kita taat pada 'ulil amri' (gampangnya disamakan dengan pemerintah) adalah QS An-Nisa : 59. Tapi ayat itu urutannya SETELAH ayat sebelumnya.
Ini jarang disebut dalam konteks patuh pada pemerintah.
Jadi 58 DULU, BARU 59
Tersangka kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati ditangkap polisi pada Kamis (07/05) saat berupaya kabur.
Ashari diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 50 santri. Dia disebut mencekoki korbannya dengan doktrin sesat dan mengaku sebagai 'wali Allah'.
Gus Baha menegaskan bahwa hisab adalah ilmu Allah yang bersifat permanen dan presisi, bahkan bisa dihitung hingga 100 tahun ke depan. Ramadhan dan Idul Fitri tidak harus menunggu keputusan pemerintah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.
Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai βkereta raksasaβ yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya.
Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qurβan, βWama arsalnaka illa rahmatan lil alaminβ (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat.
Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. βIni bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,β ujarnya.
Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari.
βKita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,β tegas Haedar.
Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qurβan, βInnamal mukminuna ikhwahβ (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103).
Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah.
Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai βjalan terjalβ bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak.
Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. βProsesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,β ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. βMari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,β ajaknya.
Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qurβan dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, βFain gumma faqdurullahu,β serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5).
Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan.
Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. βJika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,β ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam.
Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. βHilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,β katanya.
Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia.
Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. βJika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,β pungkasnya.
Sumber: https://t.co/Ki6OYgVFy8
#SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Para pemukim ilegal Zionis dan IDF memanfaatkan situasi perang untuk meningkatkan serangan mereka terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Warga diusir, dirampas tanah dan rumahnya, ditawan di penjara, bahkan dibunuh.
Highest rates of prostitution in the world:
1.Thailand (Buddhist)
2.Denmark (Christian)
3.Italy (Christian)
4.Germany (Christian)
5.France (Christian)
6.Norway (Christian)
7.Belgium (Christian)
8.Spain (Christian)
9.United Kingdom (Christian)
10.Finland (Christian)
Highest rates of theft in the world:
1.Denmark and Finland (Christian)
2.Zimbabwe (Christian)
3.Australia (Christian)
4.Canada (Christian)
https://t.co/kVhQUCoWN2 Zealand (Christian)
6.India (Hindu)
7.England and Wales (Christian)
8.United States (Christian)
9.Sweden (Christian)
10.South Africa (Christian)
Highest rates of alcohol addiction in the world:
1.Moldova (Christian)
2.Belarus (Christian)
3.Lithuania (Christian)
4.Russia (Christian)
5.Czech Republic (Christian)
6.Ukraine (Christian)
7.Andorra (Christian)
8.Romania (Christian)
9.Serbia (Christian)
10.Australia (Christian)
Highest homicide rates in the world:
1.Honduras (Christian)
2.Venezuela (Christian)
3.Belize (Christian)
4.El Salvador (Christian)
5.Guatemala (Christian)
6.South Africa (Christian)
7.Saint Kitts and Nevis (Christian)
8.The Bahamas (Christian)
9.Lesotho (Christian)
10.Jamaica (Christian)
Most dangerous gangs in the world:
1.Yakuza (non-religious)
2.Agberos (Christian)
3.Wah Sing (Christian)
4.Jamaica Posse (Christian)
5.Primeiro (Christian)
6.Aryan Brotherhood (Christian)
Largest drug cartels in the world:
1.Pablo Escobar β Colombia (Christian)
2.Amado Carrillo β Colombia (Christian)
3.Carlos Lehder β Germany (Christian)
4.Griselda Blanco β Colombia (Christian)
5.JoaquΓn GuzmΓ‘n β Mexico (Christian)
6.Rafael Caro β Mexico (Christian)
And then they say that #Islam is the cause of violence and terrorism in the world and want us to believe that.
Who started World War I?
Not Muslims.
Who started World War II?
Not Muslims.
Who killed about 20 million of Australiaβs indigenous people?
Not Muslims.
Who dropped the nuclear bombs on Nagasaki and Hiroshima in Japan?
Not Muslims.
Who killed more than 100 million Native Americans in South America?
Not Muslims.
Who killed about 50 million Native Americans in North America?
Not Muslims.
Who kidnapped more than 180 million Africans as slaves from Africa, of whom about 88% died and were thrown into the oceans?
Not Muslims.
First, we must define terrorism or understand how terrorism is viewed by non-Muslims.
If a non-Muslim commits a terrorist act, it is called a crime; but if a Muslim commits it, it is called terrorism.
We must stop dealing with double standards.
Only then will you understand the purpose of my words.
I am proud of my Islam.
I am proud to be Muslim.
Do not let it stop with youβ
inform others about the distortion of reality and truth.
Praise be to Allah for the blessing of Islam and all its blessings.
Allahu Akbar! π€
Ya Allah I thank You for showing me a day when white people defend Islam!
After years of propaganda & misinformation about Islam, Allah SWT has decreed that TikTok will undo all of that and reveal the true image of Islam!
Islam will beautify the Western world!