jalan kaki di indo:
1. dikira ga punya duit
2. rawan catcalling
3. trotoarnya dipake orang jualan
4. trotoarnya dipake motor kalau macet
5. rawan jd korban kecelakaan karen jalannya rusak & bolong
Sudah pernah menyaksikan berbagai tindak kriminal, tapi baru hari ini melihat ada pelaku yang dilakban sampe siku. Mungkin saking gemasnya tim buser yang nangkap.
Kelakuan laki-laki jahanam ini memang di luar ambang batas manusia berakal.
Ini bukan KDRT biasa. Kejadian pagi tadi di daerah Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, hanya belasan kilometer dari kota Kendari, jalan yang mengarah ke bandara.
Penemuan jazad seorang ibu muda yang sudah kaku, terbaring tak bernyawa di atas kasur rumahnya, dengan kondisi mengenaskan. Sekujur tubuh lebam. Beberapa bagian tubuh patah. Ternyata sudah dua hari tiga malam tak bernyawa. Diperkirakan sudah wafat sejak kamis malam. Baru ketahuan warga, ahad pagi tadi.
Ke mana orang rumahnya?
Nah, ini yang miris dan ironis. Ternyata ada orang di rumah. Seorang bocah perempuan kecil yang terus menangis memeluk jenazah ibunya. Mertua yang hanya diam mematung, serta suami dajjal yang mondar-mandir dalam rumah, bingung gak tau harus berbuat apa setelah jadi algojo perenggut nyawa istrinya.
Menurut Neng, tetangga dekat dan juga sahabat si ibu yang sudah jadi jenazah ini, KDRT sudah berlangsung 6 bulan. Sudah jadi rahasia umum warga sekitar. Suara bak buk kerap terdengar.
Tetangga bukannya gak empati. Si ibu sudah sering diajak lari, malah pernah ada tetangga yang menyusup masuk rumah untuk evakuasi, tapi si ibu enggan mengikuti.
Entah terlalu patuh pada suami, kuatir keselamatan anak, atau ada pertimbangan lainnya, wallahualam. Yang pasti ia bersikeras memilih untuk bertahan.
Setiap ada kesalahan, meski sepele, si ibu pasti keluar rumah dengan penampakan mengenaskan. Jalan tertatih, tubuh lebam, bahkan kelopak mata nyaris tak bisa terbuka, saking parah bengkaknya.
Suami biadab ini seperti punya kelainan. Pernah juga istrinya disuruh keluar rumah keliling kompleks dengan hanya berkutang dan dalaman, sebagai sebuah hukuman atas kesalahan yang entah apa. Si istri pun manut saja.
Teranyar kamis kemarin, istrinya disuruh beli galon. Karena sudah tak berdaya, pulang ke rumah, perempuan malang ini minta tolong seorang warga untuk bantu mengangkat galonnya.
Mengetahui hal tersebut, murkalah suaminya. Dadanya ditendang hingga tubuh kurusnya terlempar, rusuk patah, rahang bergeser.
Tak cukup puas dengan kelakuan setan tersebut, konon masih menurut Neng, istrinya diseret ke kamar mandi, diinjak-injak hingga patah kaki dan kemungkinan juga patah tangan.
Diduga organ dalam tubuh juga ikut hancur. Tak kuasa menahan perih, diperkirakan istri yang nahas ini sudah menghembuskan nafas terakhir.
Dikira cuma pingsan, dipindahkan ke kasur. Ternyata tak bergerak hingga polisi pun menjemput di ahad pagi. Itu artinya, mereka sekeluarga sudah tidur bersama mayit selama tiga malam.
Kini, laki-laki yang bikin minder syaiton ini sudah dilakban polisi, mau gak mau harus siap mempertanggungjawabkan jiwa Lucifer yang bersemayam dalam dirinya.
Harusnya sih, emaknya juga digelandang ke polsek setempat, karena ada unsur pembiaran pada kelakuan anaknya, dan diam-diam bae tiga malam bersama jenazah mantunya.
Tinggalah bocah mungil 2 tahun berparas manis yang kini trauma berat dan terindikasi gangguan psikis.
Hey, untuk klean perempuan-perempuan di luar sana..
Suamimu sudah meneken sighat taklik depan penghulu. Di poin ke tiga, jelas tertulis tak akan menyakiti fisik atau jasmani selama ada ikatan suci.
Lantas apa yang membuatmu bertahan jadi sansak hidup? Jangan bodoh dan bucin. Waktumu terlalu berharga untuk menunggu dengan dalih dia pasti berubah.
Berubah itu urusan lain, nyawamu urusan lain. Pernikahan toxic mestinya diremas dan dihempas ke bak sampah. Cukup diambil ibrahnya.
Kemasi barang-barang dan pakaianmu. Kembalilah ke dekapan hangat ayah atau bundamu.
Source : FB - Arham Rasyid
https://t.co/FOxXKdXFyw
Mengapa kita perlu skeptis dan kritis terhadap pengadilan militer?
Kisah di Medan ini jadi salah satu ironinya. Seorang siswa SMP dianiaya anggota TNI hingga tewas. Penganiaya diadili di pengadilan militer.
Si pelaku TIDAK DIPECAT dari TNI, hanya dipenjara 10 bln & denda 12jt.
kalian udah tau blom?
Sertu Riza Pahlevi yg menewaskan MHS (15) hanya divonis 10 bln penjara & tidak dipecat dari TNI
ibu korban, Lenny Damanik menangis histeris & minta keadilan untuk anaknya
selain penjara, Riza cuma diminta bayar uang ganti rugi Rp 12,7 jt ke ibu korban
jangan jahat jahat sama mereka ya guys
Mereka kerja buat menyambung hidup,
bukan memperkaya diri
setidaknya tidak ngemis
atau korupsi ngerusak alam
cc:threadkerjasantuy
Anyinggg tercabik banget hati gue yg wni nganggep photoism 100 rebu itu sangat amat mahalll tapiiii tetangga bilangg harga segitu murahh ancirtttt KENAPAA GUE WNI SIH KENAPA GUE TINGGAL DI NEGARA DIBAWAH KEPEMIMPINAN WOWO GENDUT๐๐๐
SIANG2 KE GAMPAR BANGET,
PESEN TELUR DI SEGARI SHOPEE TERNYATA DRIVER NYA PAKAI TONGKAT UDAH SUSAH JALAN
BAPAK NYA GA INFO
MAKANYA AKU MINTA KETEMU DI LOBBY
eh tiba tiba kaget dengan kondisi bapaknya
dan dia bilang
makasih udah order ya kak
cc:threadrawarchive
Driver ojol to driver ojol
Pak, kalau dapat orderan dari atau tujuan ke SLB pusat tumbuh kembang anak atau ke terapi kesehatan.
Di ambil aja pak, mungkin bakal bonceng 2 orang, ibu dan anaknya Tapi kita belajar tentang rasa syukur. Kalaw kita tuh cuma dikasih cobaan soal ekonomi aja. Jadi jangan terlalu merasa paling sengsara soal kehidupan. Kalau pendapatan masih segitu gitu aja, kita evaluasi lagi tentang cara kita cari uang.
2x saya pernah bawa penumpang rasanya mau nangis.
Pertama, dapat penumpang anak SLB tidak bisa berbicara. Pas sampe rumahnya ternyata orang tuanya buta. Jadi anak tidak bisa bicara orang tuanya tidak bisa melihat.
Kedua, seorang ibu nemenin anaknya sekolah. Anaknya lumpuh hanya bisa duduk aja, dari mau naik motor sampe turun motor trus jalan kerumah dia di gendong ibunya.
Mungkin Allah ngasih kita penumpang seperti mereka. Agar kita sadar, kalau cobaan kita itu tidak seberapa.
Salam satu aspal.
cc:threads/pengantar.kebahagiaan
Difabel Penjual Ganchi Bag Charm ๐
๐Dukuh Atas - Sudirman
Kenalin Yoseph, seorang bisu tuli yang ngider di sekitar stasiun buat nawarin produknya.
Dia bikin sendiri Handmade. Aku dulu zaman covid pertama kali jumpa dan beli. Eh ketemu lagi dan sekarang makin bagus karyanya.
Kisah ironis dan menyesakkan dada ini dialami oleh seorang Guru Besar Universitas Indonesia bernama Profesor Raldi Artono Koestoer.
Melihat tingginya angka kematian bayi prematur dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar biaya sewa inkubator rumah sakit yang sangat mahal, ia menggunakan kecerdasannya untuk merakit inkubator bayi portabel berteknologi canggih namun sangat hemat listrik.
Hebatnya, ia sama sekali tidak mengomersialkan alat penopang kehidupan tersebut, melainkan meminjamkannya secara gratis kepada ribuan ibu miskin di berbagai pelosok daerah.
Namun bukannya diberi medali penghargaan atau dana bantuan riset oleh negara, gerakan mulia sang profesor justru mendapat tamparan keras dari sistem birokrasi.
Pada tahun 2016, pemerintah melalui kementerian terkait mendadak menegur dan mencoba menghentikan operasional peminjaman inkubator tersebut.
Alasannya sangat kaku, alat penyelamat nyawa itu dianggap melanggar aturan karena belum memiliki sertifikat izin edar dan Standar Nasional Indonesia layaknya produk alat medis komersial buatan pabrik raksasa.
Tuntutan untuk mengurus perizinan yang memakan biaya sangat mahal dan proses yang rumit tentu tidak masuk akal untuk sebuah proyek amal yang dijalankan secara swadaya.
Ironi menyedihkan ini sempat memancing kemarahan publik secara luas, memperlihatkan bukti nyata bagaimana sebuah inovasi jenius anak bangsa yang murni bergerak untuk misi kemanusiaan justru nyaris dicekik mati oleh aturan kertas di negerinya sendiri.
Wew, pantas si wowo gk sholat eid di indo. Soalnya si Imam masjid di istiqlal khutbah ttg ketidakadilan, kemiskinan, dan eksploitasi alam wkwk
โKurban itu utk tujuan bersedakah bkn atas dasar kepemilikanโ damn bro๐ญ
Temen temen bantu doakan Semoga segera mendapatkan keadilan untuk anak nya ๐คฒ๐ญ
Bikin sesak napas baca isi curhatan si ibu :
Bagi mereka yang punya kuasa, kasus ini mungkin bisa ditepis begitu saja dengan alasan 'tidak ada bukti digital'.
Tapi bagi kami keluarga miskin, derita fisik dan batin yang dialami Rahma (kejadian di Kab. INHIL) adalah kenyataan pahit yang nyata. Rahma sudah mengadu ke guru sambil menangis saat kakinya diinjak dan perutnya dipukul dengan gagang sapu.
Namun perlindungan yang didapat hanya sebatas kata 'nanti'. Sebulan terbaring dengan kaki membengkak dan menghitam hingga pembuluh darahnya tersumbat,
pihak sekolah bahkan tidak pernah datang menjenguk. Dokter mendiagnosis adanya cedera trauma/memar akibat benturan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Kini, setelah 1 tahun lebih berjuang, penyakitnya menjalar hingga ke jari tangan. Bagi kalian yang menuduh kami mengarang cerita demi donasi: kejam sekali kalian!
Kami tidak minta musibah ini, kami hanya ingin Rahma sembuh kembali. Kami bersuara karena keadilan tidak boleh hanya tajam ke bawah!