Untuk pertama kalinya dan masih satu-satunya film yang menurut gue layak untuk mendapat nilai sempurna dari gue adalah Along with The Gods: The Two Worlds. Seperti yang sudah gue ulas di tweet bulan lalu, film ini berhasil mengaduk emosi tawa-tangis-tawa-haru-tawa-tangis. (10/10)
Cobaan memang perlu untuk dicoba. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mencoba. Probabilitas percobaan itu berhasil sudah 50% dibandingkan dengan sudah pasti gagal karena tidak mencoba.
Yang dianggap muluk-muluk itu sudah berani kau coba. Meski belum berbuah manis, itu sudah jadi lompatan besar yang harus kau coba lagi tanpa perlu ragu. Nyatanya, hambatan terbesar sering kali malah ada pada diri sendiri.
Belum seambisi yang dibayangkan. Masih khawatir merasa terlalu muluk. Untuk apa pun yang membuatku menjadi lebih baik, terima kasih. Untukmu yang selalu ada kapan pun, tetaplah bersamaku di 2025.
Menjadi perintis, petualang, sekaligus pejuang. Berani ambil risiko. Meski dengan paksaan, jadikan kebiasaan. Lebih sadar untuk menguatkan tiang. Kokoh, gigih.
Maaf untuk setiap kemalasanku yang sering menunda-nunda hal penting. Terima kasih untuk setiap pengertian dan perhatian yang mungkin tanpa disadari menjadi pemicu diriku hari ini.
Transisi akhir tahun yang akan mengawali tahun baru dengan lingkungan baru. Meninggalkan kenangan tempat istirahat dari masa pening untuk lulus, mencari sesuap nasi, bertahan hidup saat pandemi, meniti komitmen baru, hingga menyisakan mimpi-mimpi besar yang masih belum terwujud.
Gue harus konsisten untuk jangan menunda-nunda pekerjaan, termasuk hal yang sepele sekalipun. Hanya akan menambah beban pikiran dari pekerjaan urgen yang sudah menggunung. Harus segera disapu bersih biar lebih tenang.
Setelah sembilan tahun, melewati masa-masa penuh titik balik dan mengawali beberapa hal baru lagi, hari ini gue berhasil menyelesaikan tugas yang sebenarnya sepele tapi selalu gagal dilakukan karena rasa malas. Nanti saja kalau ada waktu luang, pikirku selama bertahun-tahun.
Padahal waktu luang saat pandemi dua-tiga tahun bukan waktu yang sebentar. Memang gue butuh paksaan karena keadaan, baru langsung bergerak. Seperti hari ini, akhirnya hutang bertahun-tahun selesai juga dalam dua belas jam. Meski dengan hasil seadanya. Setidaknya ada hasilnya.
Semakin merasa tidak ingin peduli, tetapi di hati kecil masih ingin mencoba. Setinggi apapun mimpimu, mendengarkan hati kecil bisa membuatmu lebih membumi.
Belum seambisi yang dibayangkan. Masih khawatir merasa terlalu muluk. Untuk apa pun yang membuatku menjadi lebih baik, terima kasih. Untukmu yang selalu ada kapan pun, tetaplah bersamaku di 2025.
Menyongsong dekade baru dengan resolusi yang lebih ambisius. Tak perlu terlalu muluk, hanya perlu memulai dengan satu langkah serius di 2024. Bon voyage!
Banyak wacana, banyak rencana. Realisasi memang tidak bisa semuanya langsung terwujud. Pelan perlahan satu per satu hingga menuju puluhan cita-cita baru.
Akhirnya, Crime Scene musim 4 keluar preview-nya. Setelah 7 tahun penantian. The Genius nggak mau nyusul, kah? The Devil's Plan belum bisa menyamainya.
Di youtube jtbc lagi live streaming Crime Scene gue kira bagian dari promosi bakal ada musim 4. Semacam menantikan acara yang kemungkinan adanya hampir tidak mungkin seperti The Genius musim 5. Butuh variety, reality, game show karena sudah terlalu banyak drama.
Kebaikan beliau sudah pasti lebih banyak dari kalimat yang pernah terucap di seumur hidup. Bakti ilmu dan pengabdian pada pendidikan telah tuntas ditunaikan. Selamat beristirahat, Bu Guru. Terima kasih. Meneladanimu tentang arti pendidikan dalam hidup akan terus aku usahakan.