@afrkml@arieagung Iya, intinya entitas yang tidak bergantung pada apapun lah yang menyebabkan semuanya. Bahkan tidak bergantung pada waktu. Tapi ya itu, sama-sama sulit dibayangkan. Dan karena diluar dimensi ruang dan waktu Kita, Premisnya jadi nggak bisa diuji secara logis, jadinya dogmatis.
@afrkml@arieagung Membayangkan konsep Regresi tak hingga memang sulit, mau sampai kapan regresinya? Masa tidak pernah berakhir. Tapi membayangkan ada satu penyebab awal yang tidak butuh
awal juga bikin bingung π
@Amaaisan Iya nggak usah ditanggepin lagi kalo yang diluar nalar gini mah, ngabisin waktu. Semua bisa nilai kok ni orang kayak mana dari isi cuitannya itu π
@SevenHeritage77@rodrigooliv_12@OscarDarmawan Pakai Pine Script berarti ya Mas? Saya masih belum mudeng π
Sekarang lagi belajar2 Trading Futures pakai Indikator RSI dan modal seminim mungkin. Sering dapet ROI gede, Lossnya sering gede juga tapi π€£
@gastronusa Tapi ya kembali lagi, banyak orang Indonesia yang masih mendukung Influencer2 macem gini, memang ada pasarnya, bahkan dianggap Pahlawan kuliner. Yah.. Mau gimana lagi, dari dulu Bangsa Kita memang Gampang banget kemakan hasutan.
@kegblgnunfaedh 4. Lu bayar buat makan, bukan untuk ambil benefit lain seperti bikin konten untuk kepentingan komersil Lu, jadi jangan dianggap Lu udah bayar terus bebas bisa ngapain aja. Jadi istilah "Maling" seperti kata si Owner itu ada benarnya, maling Benefit.
Sorry kalo pendapat Gw beda
@akunuuna@md5hash16@kegblgnunfaedh Ulasan pelanggan di Aplikasi itu memang udah persetujuan Owner sama pemilik aplikasi Mbak. Tapi kalo konten kan nggak ada Persetujuannya, Owner bisa dirugikan sementara Reviewer dapet Benefit dari kontennya. Food Vlogger iti butuh penjual untuk di review Mbak, bukan sebaliknya.