Ada orang salah kirim uang 50rb ke shopee-pay gw semalem. Real, bukan scam confirmed.
Bapaknya salah kasih nomer ke alfamart buat dikirim ke anaknya, buat uang makan.
Yaudah gw balikin semalem. Terus 2 nomor bilang terimakasih krn udh dibalikin.
Bacaan bulan kemarin. Membaca ulang kumpulan cerpen karya SGA, dan masih dibuat kagum dengan cara SGA menulis.
Mengkritisi fenomena sosial-politik, tapi dibalut dengan deskripsi & diksi yg indah seakan menjadi kepiawainnya yg tiada akan pernah luntur, selalu menarik dan nagih.
Rocky Gerung itu ga pundit. Jejak akademis dia itu bertebaran dan gampang dilacak. Kurikulum Doktoral S3 UI itu juga ada andil Rocky Gerung.
Ga suka dan menganggap dia sofis sih sah-sah saja. tapi, menihilkan jejak dia di akademis karena bergabung dgn rezim ya tetap ga boleh
menurut aku, date paling romantis tuh after work date. pulang dalam keadaan capek, kepala penuh kerjaan, lalu ketemu seseorang yang bikin semuanya terasa ringan. Di pukpuk, makan bareng, cerita, ketawa. maybe love is simply finding home in someone after a long day.
Saya mewarisi buku ini dari alm Pak Dawam Rahardjo. Ini buku klasik yg sangat penting dalam merekonstruksi kritik terhadap kapitalisme.
Bagi yang sering mengira kapitalisme adalah tatanan "alamiah" manusia sejak zaman purba, buku klasik ini (The Transition from Feudalism to Capitalism, New Left Books/Verso 1976) adalah bacaan wajib untuk meruntuhkan ilusi tersebut.
Debat legendaris antara Maurice Dobb, Paul Sweezy, hingga kelanjutannya oleh Robert Brenner, Immanuel Wallerstein, dan Giovanni Arrighi - membuktikan bahwa kapitalisme bukan lahir otomatis dari kebiasaan manusia berdagang atau sekadar bertumbuhnya pasar sebagaimana ditulis Adam Smith.
Tatanan ini lahir lewat benturan kelas yang brutal di pedesaan, privatisasi paksa atas tanah bersama (enclosures), penjarahan kolonial, dan pemisahan pekerja dari alat penghidupannya.
Signifikansinya bagi kritik hari ini sangat fundamental:
Pasar bukan sekadar peluang, melainkan paksaan (market imperative): Kita semua, buruh hingga pemilik usaha, terjebak dalam keharusan bersaing mati-matian dan memangkas biaya demi bertahan hidup. Krisis kerja prekariat (gig economy) dan overwork adalah anak kandung dari logika ini.
Pasar bebas tidak menjamin masa depan: Modal swasta secara alamiah enggan menanam modal produktif jangka panjang dan lebih memilih berspekulasi di gelembung aset finansial. Krisis iklim dan transisi hijau mustahil diserahkan pada mekanisme pasar semata. Nanti nyambung dengan Karl Polanyi.
Pelajaran terpenting dari debat transisi: karena kapitalisme memiliki awal mula yang spesifik dalam sejarah, maka sistem ini bukanlah hukum alam abadi. Segala tatanan sosial yang dikonstruksi secara historis selalu memiliki kemungkinan untuk diubah dan diakhiri secara historis pula.
Dia bikin buku sudah jelas-jelas untuk dikapitalisasi begini, tapi kok masih ada yang mau beli, ya?
Bayangin aja, di saat banyak penulis (termasuk J.S. Khairen dalam video ini) berharap bukunya dijual murah agar lebih mudah diakses, dia secara sadar membanderol bukunya dengan harga 188rb (267 hlm). Ditambah narasi-narasi khas kapitalis: โmenguntungkanโ dan โgue bertambah kayaโ.
Artinya jelas kan, pengikut-pengikut beliau ini bukan dianggap mitra diskusi apalagi pembaca, tapi KONSUMEN.