Guys kebijakan ini beneran absurd dan paling tolol yang pernah di baut, Sekolah Online Buat Hemat BBM, Tapi MBG Tetap di Sekolah Logikanya Di Mana?
Pemerintah mau terapin sekolah online mulai April 2026 dengan alasan hemat BBM di tengah krisis energi akibat perang Iran. Oke, alasan energinya masuk akal. Tapi kenapa yang dikorbankan pendidikan anak-anak? Industri besar, kendaraan komersial, dan konsumsi energi korporat yang jauh lebih boros itu ga disentuh. Yang paling gampang dikorbanin ya sekolah, karena murid ga bisa protes.
Yang paling absurd MBG tetap jalan dan pelaksanaannya di sekolah tanpa skema jelas gimana siswa yang harusnya belajar online bisa tetap dapet makanannya. Artinya orang tua harus tetap antar anak ke sekolah buat ngambil makan, padahal anaknya harusnya belajar dari rumah. Ngirit BBM katanya tapi orang tua malah bolak-balik tambah boros bensin.
Ini bukan kebijakan yang dipikirkan matang. Ini dua program pemerintah yang jalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi dan rakyat kecil yang nanggung kekacauannya. Persis seperti yang dikatakan pengamat tambal sulam yang dipaksa terlihat rapi.
Kalau mau hemat energi, beresin dulu koordinasi antar kementeriannya. Jangan jadikan ruang kelas sebagai korban dari kebijakan yang ga sinkron. Anak-anak Indonesia udah pernah kehilangan dua tahun belajar waktu pandemi kita ga boleh ulangi kesalahan yang sama hanya karena negara gagal kelola energinya sendiri.
Iran sekali lagi melakukan kesalahan fatal, setelah sebelumnya menembak jatuh F-35 yang telah dibranding sebagai pesawat berkemampuan siluman dan tidak bisa dideteksi dengan radar, hari ini Iran menembak jatuh rudal jelajah AGM-158 JASSM yang juga sudah terlanjur dibranding berkemampuan stealth.
Hal ini tentu saja mengejutkan publik internasional, kedepannya akan ada banyak negara yang tidak mau lagi mempercayai alutsista buatan AS.
Penampakan Dapur MBG yg kena sidak… dah kek Gudang Makanan Sampah‼️
Tumpukan Buah BUSUK dan Bahan makanan yg TIDAK LAYAK Konsumsi masih disimpan…
Yg kek gitu mo dibagikan ke Murid?? Untuk Anak2 kita???
UNTALEN DEWE!!!! 🤬
#Gempa Mag:5.4, 13-Mar-2026 02:18:20WIB, Lok:7.96LS, 106.92BT (115 km BaratDaya KOTA-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn:43 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Bahkan utk Ibadah saja “MARK UP” nya gila2an..
Ini Ngabalin Gak Paham ya sma yg Namanya Puasa Daud itu apa?
Akhirnya di Jawab langsung sama Prof Mahfud. Apa gak malu si Ngabalin..??🤣
Mbok ya kalau Ngejilat itu yg Ngotak dikit jgn Longor banget..!!
Ternyata KHOLID tidak hanya cerdas ketika berdialog di forum resmi, ternyata berani nantangin duel para calo / centeng A GUAN..Tantangan Kholid Banten menggelegar..siapa takut???✊🇮🇩💪⚽
Seperti biasa, ketika ada peristiwa politik yang menyeret keterlibatannya orang ini selalu mengekspos aktivitasnya:
-Ngasuh cucu di Mall
-Mengundang massa
-Selfie-selfie
Untuk kali ini:
Konvoi motor sembari cengar-cengir dalam rangka mengecoh nalar publik.
BUDAK MANIPULATIF
Ambil motor di Polrestabes Medan dimintai uang 2 juta
Seorang warga Kampar, orang tua dari RGW, mengungkapkan kekecewaannya saat mengambil sepeda motor miliknya di Polrestabes Medan. Mereka diminta membayar Rp2 juta untuk mengganti kunci kontak motor tersebut.
"Kata polisinya kuncinya sudah diganti, kena Rp1 juta. Jadi total habis Rp2 juta semua," ujar orang tua RGW pada Selasa (28/1/2025).
Sepeda motor merek Kawasaki Tracker warna kuning dengan nomor polisi BM 4067 ZAS pertama kali ditemukan melalui postingan sebuah akun Tik Tok. Melihat kemiripan dengan motor yang hilang, pemilik segera menghubungi admin akun tersebut untuk memastikan nomor rangka dan mesin. Hal ini dilakukan karena plat nomor motor tidak lagi terlihat.
Admin Tik Tok pun segera memeriksa motor tersebut ke Polrestabes Medan dan mengirimkan video serta informasi nomor rangka kepada RGW. Setelah dicocokkan dengan dokumen BPKB, pemilik motor akhirnya mendatangi Polrestabes Medan untuk mengambil kendaraan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Medan belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan