Presiden Prabowo akhirnya mengakui bahwa komunikasi pemerintahnya belum maksimal.
Bahkan, sejumlah menteri mengeluhkan sulitnya komunikasi dengan Presiden.
Sebenarnya, siapa penyebab komunikasi pemerintahan Prabowo blunder melulu?🤷♀️
#TempoThread
Judi itu sejarahnya panjang -- mungkin sejak awal peradaban manusia udah ada.
Dulu ada Porkas dan SDSB -- lotere resmi pemerintah Indonesia.
Sebagian duitnya dibalikin untuk pemenang, sisanya buat raise fund proyek pemerintah, salah satunya yang fokus di sektor olahraga.
SDSB dihapuskan tahun 1993 karena dianggap sebagai judi karena banyak yang kecanduan (dan banyak dikorupsi juga kayaknya), walaupun secara ekonomi itu sebenarnya fundraising mechanism yang sukses.
Problematik, karena funding source nya dari rakyat sendiri dan menimbulkan masalah sosial, tapi at least duitnya muter di dalam negeri.
Model yang jauh lebih oke sebenernya kayak Monaco -- mereka dulu kesulitan finansial; tapi mereka lihat di German bahwa kasino di sana profitnya gede.
Dibentuklah Société des Bains de Mer, sebuah BUMN Monako yang mendirikan kasino di Monte Carlo. Pinternya mereka; warlok ngga boleh main di situ -- hanya turis yang boleh.
Konsep ini sukses besar, dan negara ini juga double down membuat negaranya tax free sehingga menarik orang-orang kaya untuk menetap dan berjudi. Duitnya jadi devisa dong.
(saking terkenalnya sampai ada model komputasi dinamain Monte Carlo simulation)
Model bisnis negara ini yang kemudian ditiru Malaysia -- dengan Genting Highlandnya.
Beberapa negara juga terinspirasi oleh konsep ini; seperti Macau (Hongkong), Sun City (South Africa), Sochi (Russia).
Bahkan Dubai juga -- walaupun perjudian di sana ilegal; tapi bagian tax-free nya kayaknya niru ketiplek deh.
Nah kalau judol di kita ini kebalik ya; duitnya dari dalem -- lari ke luar; dobel ilang devisa karena purchasing power turun + masalah sosial juga kena. Amsyong.
@kompascom Masak sih? Saya cek di google malah kebalikannya, pajaknya sekitar 25% sampai 30%, berarti yg dibawa pulang setiap orang sekitar 70% dari pendapatan..
Fake Polo
Baru tahu Polo yg beredar di bandara & mall itu fake. Hanya krn mrk masukkan paten duluan, mrk punya hak ada. Jgn sesekali beli fake Polo lagi
Dukung brand lokal? Sejak kapan org Indo main sport polo? Ini fake Polo, mirip ARei (A disamar jadi logo), dll
Bikin malu