Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1๏ธโฃ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2๏ธโฃ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.
Gue baru aja selesai nonton podcast Bruno Fernandes bareng The Diary of a CEO yg di-upload siang tadi.
Kesimpulannya? Bruno gak layak dijadiin pemain bola panutan.
Gak layak kalo cuma diliat dari sisi itu aja. Ini orang beneran role model as human being in general. Ultra-positive person & such outstanding athlete. Curanggg.
Entah lah, gue ga pernah sebegininya sm pemain Manchester United. Not even Rooney, RvP, Cristiano. Gak ada yg kharisma & aura leader dia bener-bener nyengat banget. Out of the roof.
Satu jam setengah dengerin dia cerita soal masa kecilnya, karier dia as pemain bola sejauh ini, keluarga, dan spell di United.
Ternyata yg bikin Bruno bisa jadi gelandang terbaik di dunia & super kreatif kayak skrg turut ngelibatin standar tinggi yg diterapin bapaknya dulu.
Bisa aja dia bikin hattrick di akademi, tapi pas pulang blm tentu pulangnya dipuji, justru dapet kritik soal room of improvement yg bisa dibenerin lagi.
Tau apa? Itu juga yg dia lakukan as captain di United. Semua pemain, entah lebih senior atau lebih jago, bakalan dia tuntut buat upgrade terus.
Bahkan dia bilang: โGue ngomong ke temen-temen setim. Hari di mana gue berhenti ngomong sama lo, di mana gue berhenti neriakin lo, itu artinya gue udah ga percaya sama lo lagi. Di mata gue, lo udah ga bisa improve lagi.โ Subject 49 & Jancho mungkin paham.
Podcast yg layak buat didengerin United fans. Selain bikin lo makin bersyukur punya pemain kayak Bruno, di gue bikin makin semangat nabung biar bisa nonton dia live di Old Trafford. Please banget ๐ญ
Kalo lagu โThe Man I Needโ punya Olivia Dean itu ada wujudnya, ya itu lah Bruno.
Nonton!
Banyak mantan pejabat yg selesai menjabat tetap menjaga integritas & etika kenegaraan.
Ignasius Jonan, Sri Mulyani Indrawati, dan Retno Marsudiโsetelah purnaโtidak pernah menjelek-jelekkan pemerintah maupun presiden sebelumnya.
Mereka memilih diam terhormat, bukan gaduh.
Sebaliknya, ada yg setelah tak lagi menjabat justru berubah menjadi pembenci permanen pemerintah:
Anies Baswedan, Sudirman Said, Mahfud MD, Refly Harun, Said Didu.
Saat berkuasa dekat, saat selesai menjabat berubah jadi penyerang.
Kritik itu perlu.
Tapi menjauh lalu memusuhi karena tak lagi berkuasaโitulah definisi menjilat yg sebenarnya.
Meluruskan saja yah, Bro Arie.
Counter terhadap Mens Rea Pandji bukan otomatis buzzer bayaran.
Itu sebabโakibat, bukan komando.
Ketika @pandji Pragiwaksono secara terbuka & telanjang membully Presiden, Wakil Presiden, body shaming, wajar jika pendukung pemerintah merespons & meng-counter.
Itu ekspresi politik yg sah dalam ruang demokrasi.
Kalau yg menyerang pemerintah dibilang โkritikus bebasโ,
kenapa yg membela langsung dicap โbuzzerโ?
Standarnya jangan dobel.
Berpendapat boleh.
Membela juga boleh.
Yg tidak sehat adalah memonopoli moral sambil menutup mulut pihak lain.
Salam doti!๐
Tujuh Kali Allah Menguji Kita
Hidup ini bukan sekadar perjalanan, melainkan ruang ujian. Allah tidak menguji untuk menjatuhkan, tetapi untuk menyingkap siapa kita sejatinya di hadapan-Nya. Ujian hadir dalam rupa yang berbeda: kadang manis, kadang getirโnamun semuanya menuju satu tujuan: menguji cinta dan kesetiaan kita kepada-Nya.
1.Dengan nikmat yang kita pinta
Doa terkabul, rezeki datang sesuai harapan. Allah ingin tahu: apakah kita bersyukur, atau merasa segalanya lahir dari diri sendiri. Nikmat bisa jadi tangga menuju surga, bisa pula jerat kesombongan.
2.Dengan doa yang tak terkabul
Saat jawaban tak kunjung tiba, Allah sedang menakar sabar: apakah kita terus berharap dan beribadah, atau berpaling karena kecewa. Penundaan bukan penolakan, tapi pendidikan hati agar tetap setia.
3.Dengan memberi kepada orang lain
Apa yang kita minta jatuh ke tangan orang lain. Inilah ujian hati: apakah kita menjadi pendengki, atau ridha menerima takaran rezeki. Dengki hanya membakar dada, sementara ridha menenangkan jiwa.
4.Dengan pemberian yang berbeda
Kita minta A, Allah beri B. Iman diuji: percayakah kita bahwa pilihan-Nya lebih bijak? Apa yang tampak asing hari ini, sering kali rahmat besar yang baru disadari esok.
5.Dengan kehilangan
Bukan hanya harta, tetapi juga jabatan dan orang-orang terkasih. Kehilangan mengingatkan bahwa segalanya milik Allah. Apakah kita kembali kepada-Nya, atau karam dalam kesedihan tanpa arah.
6.Dengan kelapangan hidup
Kadang ujian terbesar justru kelapangan. Kekayaan, kedudukan, dan pujian bisa melalaikan. Allah ingin tahu: apakah di puncak kejayaan kita tetap merunduk tawadhu, atau lupa pada Dia yang memberi segalanya.
7.Dengan diri kita sendiri
Hawa nafsu, ego, dan bisikan hati. Di situlah rahasia cinta: apakah kita mencintai Allah hanya karena pemberian-Nya, atau karena Dia memang layak dicintai sepenuh hati.
ุงููููููู ูู ุงุฌูุนููู ููููู ุจูููุงุกู ูููุฑูุงุ ููููููู ุฏูู ูุนูุฉู ู ูุทูุฑูุงุ ููููููู ุฌูุฑูุงุญู ุฌูุณูุฑูุง ููุฌููุฒู ุจููู ุฅููููููู.
Ya Allah, jadikan setiap ujian seperti cahaya yang menuntun, setiap air mata bagai hujan yang menyuburkan iman, dan setiap luka itu jembatan yang mendekatkan kami kepada-Mu.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
tegaklah ke langit luas, atau ke awan yang mendung. kita tak pernah menanam apa-apa. kita tak pernah kehilangan apa-apa. makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada. berbahagialah dalam ketiadaanmu ...
~Soe Hok Gie~
Suara Jokowi 2019 55,50%
Ke Ganjar 16,5% sisa 39% ke Gibran
Suara Prabowo 2019 44,50%
Ke Anis 24,9% sisa 19,6% ke Prabowo
Jd kemenangan 02 58,60%
Prabowo 19,6%
Gibran 39%
hasilnya persis.
Prabowo dicalonkan 2029, tp pendukungnya bnyk gak sk Gibran, mau ambil suara dr mn?