Tetangga mandeg bahkan merosot, hanya karena 1 alasan : mereka MEMBOSANKAN !
Kerjanya maksimal cuma :
* kumpulin massa
* triak2 soal debat dgn narasi di-bully (tentara kok bisa kena di-bully๐) lalu goblok2in lawan di kandang.
* terakhir : jogeddd ! (andalan)
Sementara calon wakil :
*ceritanya ketemu warga, tp mung plonga plongo. Topnya: bagi susu kotak!
BOSEN !
Akhirnya ya Lurahโe mesti extra kerja lagi. Pontang panting meng-gadaikan popularitas yg tersisa.
Khabarnya JATENG akan di -inepi 5hr ๐ macam jaman perang dulu, Presiden mengungsi.
Nih, gambar Nyonyah Ganjar - Bu Atikoh. Ini baru ibu lohhh โฆ belom si Bapak ๐
Ngeri ngak? Ngeriiii donkkkk ๐ค๐ฎ๐ฉ
#GanjarMahfudPilihanRakyat
Hangajeni, hangayomi saha handarbeni. Maturnuwun Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X berkenan menerima dan memberi wejangan kepada saya di Kepatihan Yogyakarta
@ManukLondo76@islah_bahrawi Hahhahhaha..
Jelas kedzoliman aja gak nampak. Gimana hal samar apalagi hidden..
Pean ora makrifat blass Kang.
Ora pernah nyantri ta... ๐๐
Yaa Allahh,.. semoga jadi Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Mahfud biar gak ada lagi masalah sentimen beragama di negeri ini. Dengan masalah sentimen beragama bisa diselesaikan, maka pembangunan di negeri ini akan lebih lancar, melejit maju ke depan!
Menemani Mas @ganjarpranowo mengunjungi IKN Nusantara. Di sini kami menatap masa depan Indonesia yang cerah, simbol dari visi Indonesia Emas 2045.
IKN adalah salah satu upaya kita untuk mendorong pemerataan ekonomi agar kesejahteraan bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
Ibukota Nusantara. Sebuah impian di masa silam, kita kerjakan di era sekarang untuk anak cucu di masa mendatang. Bukan sekadar kota berkelanjutan tapi juga tentang pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Pasangan paling bernyali yg membuat mereka byk yg musuhi, Ganjar Mahfud.
Rekam jejak mereka sebagai pemimpin yg bersih, tidak mempan disuap, berani ungkap kebenaran, dan ambisi mereka sama, ingin menyengsarakan koruptor.
Ganjar ingin Nusakambangan Penjara Koruptor
Mahfud ingin koruptor dihukum mati.
Lalu bandingkan dgn 02, yg menganggap korupsi sedikit tdk apa2, membenarkan politik uang dan terus berusaha menyuap rakyat dgn makan siang dan susu gratis.
Meski dengan alasan tegak lurus ke pak Jokowi, saya kok ndak yakin kalau polisi mau membela Prabowo. Secara Prabowo gitu looh... Hampir semua semua orang tahu siapa dia. Termasuk watak dan hasrat terpendamnya andai dia berkuasa.
"Tenang", katanya, "jika Prabowo jadi presiden, pak Jokowi pasti akan mengendalikannya." Hah..?! Come on! Siapapun yang masih percaya dengan persepsi ini, berarti bacaan politiknya kurang tebel!
Percayalah, andai dia yang berkuasa, jangankan Polri, pak Jokowi pun justeru yang akan dibuntungi paling awal. Akan ditebas siapapun yang punya potensi menghalangi kehendaknya. Jika benar begitu, Jokowi jelas tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Gibran? Halah! Tinggal dibentak saja oleh "pleciden" Prabowo, besoknya medical check up ke Penang.
Maka bagi kami sangatlah aneh jika ada oknum polisi yang masih mau beroperasi maksimal membantu kemenangan Prabowo. Padahal, andai dia berkuasa, bisa saja Prabowo meloloskan RUU Kamnas melalui kekuasaannya, maka Polri akan kembali jadi "anak bawang" seperti jaman Orba.
Para petinggi Polri yang hari ini masih aktif, bisa saja tak berpikir panjang karena masih punya wewenang dan pangkat. Tapi jika kelak sudah pensiun, percayalah, justeru mereka akan menyesal tiada guna. Bisa jadi kelak mereka hanya menyaksikan institusi Polri sekedar bangga memiliki "reserse dengan kumis melintang bergelang akar bahar" tapi wewenangnya telah melemah, persis era Soeharto.
Jadi, oknum anggota Polri yang hari ini berjibaku untuk memenangkan Prabowo: kalian sebenarnya sedang menggergaji tiang rumahmu sendiri!
Ingat! Polri bisa memiliki wewenang sekuat hari ini berkat perjuangan masyarakat sipil di era reformasi. Ironisnya, justeru oknum polisi sendiri yang secara sadar seolah-olah ingin merubuhkan "rumahnya" sendiri. Sementara kami yang sipil-sipil ini justeru bersemangat untuk menguatkan institusi kepolisian.
Catatan sejarah akan mempermalukan demokrasi kita. Sekedar membaca kisahnya pun saya malu, apalagi jadi pelakunya. Kelak setiap buku sejarah yang berkisah tentang kejadian ini akan saya lompati..
Sdh tiga kali Pak Prab nyalon dan tiga kali tidak dipilih sebagian besar rakyat karena mmg tdk layak. Apa alasan nyalon keempat kudu dipilih? Wong track record gak nambah baik. Sbg menteri pun tampak gak jelas apa yang sdh dimajukan. Mung blonjo...