Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Hewan Langka Khas Papua
Kangguru Pohon Wondiwoi
ia sudah pernah di nyatakan punah sejak puluhan tahun yang lalu
Hewan langka ini kembali ditemukan di Papua Barat dan juga kembali terancam punah akibat pembabatan Hutan yang terus berlangsung di Papua
Saat berpamitan dari grup kantor beberapa minggu lalu, ada 2 orang yang mengontak secara personal, sekadar bertanya kabar dan berpamitan dengan "benar", tak lupa berjanji untuk saling kontak. Keduanya desainer senior, beda tim pula.
Rekan satu tim? Tak ada. Enam orang lainnya sesama desainer baru? Tak ada.
Padahal saya kira kami berteman, setidaknya di kantor. Terus terang saya kecewa dan sedih.
Dari situ saya sadar bahwa arti diri kita di hidup orang lain bisa saja berbeda, bisa saja tak berarti apa-apa.
Namun, di mana pun, saya akan tetap jadi orang yang menyapa rekan kerja duluan. Menjadi orang yang mengajak bergabung apabila ada yang makan siang sendirian. Menjadi orang yang mem-backup apabila diperlukan.
Saya akan tetap jadi orang yang kenal dan akrab dengan seluruh penjual makanan di sekeliling kompleks tempat saya bekerja.
Dunia sudah terlalu kejam pada kita semua, terutama pada kelas pekerja. Saya hanya ingin menjadi sedikit nyala agar hari-hari yang melelahkan tidak begitu terasa.
Here’s the full scene of David Raya being fouled, with referee Chris Kavanagh checking VAR before making his decision. Credit to him for making the right call. 🎥
Kabur ke Yaman? kata yg tak bijak disampaikan ke publik. Yaman itu diabadikan di sudut Ka’bah yg disebut Rukun Yamani. Ini bukan hanya sudut Ka’bah yg menghadap Yaman, tapi juga membawa resonansi makna: dari arah itulah datang warisan iman yang lembut, hikmah, dan tradisi zuhud
bukan soal “jin” atau energi gaib gitu, tapi pure psikologi + neurokimia.
(setau gw)
kalau di psikologi namanya: premature sense of accomplishment atau social reality substitution.
orang punya rencana yang masih vague (gak jelas, gak ada deadline, gak ada step konkrit), terus dia cerita ke orang-orang → langsung dapet reaksi positif:
“wah keren bro!”
“mantap tuh rencananya”
“semangat ya!”
otak langsung ngerasa “udah dong, udah diakuin”.
dopamine naik, tapi itu dopamine murahan dari pujian, bukan dari progress beneran.
akhirnya motivasi asli (yang seharusnya datang dari ngerjain) malah drop, jadi males gerak, rencananya mandek.
“dia udah puas duluan karena pujian → semangatnya berkurang.”
malah ada penelitian klasik dari Peter Gollwitzer (nyeritain “when intentions go public”) yang nunjukin:
orang yang share goal ke orang lain cenderung kurang achieve goal-nya dibanding yang diem-diem.
karena otaknya udah ngerasa “goalnya udah sebagian tercapai” gara-gara diomongin.
tapi ada caveat:
kalau goal lu super jelas, spesifik, dan lu share ke orang yang bener-bener bisa kasih accountability (misal mentor, partner, atau circle kecil yang strict), justru bisa nambah motivasi.
tapi banyak kasus orang Indonesia?
mereka share ke temen-temen yang cuma bisa bilang “mantap bro” doang dan efeknya malah negatif.
jadi intinya bukan rencananya yang gagal karena diceritain, tapi cara orang nyeritainnya + kualitas rencananya yang bikin gagal.
gw sendiri kalau ada target gede, lebih sering diem dulu sampe ada progress nyata baru cerita.
lebih aman buat dopamine-nya, kalau kalian biasanya gimana? kalau ada rencana penting, kalian share atau diem?
Di momen apa lo pertama kali sadar bokap lo tuh kerja keras buat keluarga?
Gw sadar itu pertama kali pas SMP. Kami rame-rame sekeluarga pulang ke NTT pake kapal laut. Iya kapal, krn belum ada duit naik pesawat wkwk.
Karena bokap itu wiraswasta (jualan komputer) di Flores, dia tiap pulang kampung pasti selalu bawa barang. Biasanya dia tuh selalu kirim via truk ekspedisi. Tapi saat itu ada beberapa barang dia (monitor dan cpu) yang dikirim belakangan karena mesti dia rakit dulu. Akhirnya harus dia bawa bareng2 ke kapal yang kami naiki menuju kampung.
Di tengah perjalanan, hari kedua di kapal lah ya. Tiba2 hujan deras banget. Petir dan ombak. Kapal kita goyang guys. Mama sama adek gw kaget. Gw juga kebangun. Kita lihat loh kok bokap ga ada ya. Gw langsung panik kan.
'Ma, Bapak mana?' Mama blg, 'udah disini aja, bapak lagi jagain dos2 komputer karena gak muat di dalam ruangan ini.' (Model tempat tidurnya tuh yang terbuka gitu loh guys, jadi bukan cuma kita aja. Rame-rame tuh kaya ikan pindah tidur sama banyak orang).
Gw gelisah lah bapak gw ga masuk-masuk. Akhirnya gw ke toilet. Gw cariin bapak gw. Lo tau dia lagi ngapain?
Dia lagi nutupin dos2 komputernya pake terpal di tengah hujan angin. Gw pikir gw doang yg ngeliat. Ternyata adek gw ngikut jg dr belakang gw. Dia jg penasaran Bapak ngapain.
Gw masih inget, Bapak ngeliatin kita berdua sambil megang terpal. 'He ngapain kalian dua disitu? Masuk sana sama mama. Hujan ombak ini. Kamu dua jgn disini.'
Kami masuk lagi. Gw masih inget gw ngmg ama adek gw, 'Kita sekolah yang benery ya. Ternyata Bapak cari uang susah'
Wkwkwkwkw bocah SMP mellow. Abis itu ya tetep bandel2 lagi. Sekarang tiap kumpul keluarga, kita suka ceritain lagi susah2nya Bapak dulu jaman wiraswasta. Bahkan kita suka nanya, Bapak kenapa sih pake ikat pinggang dan sepatunya itu2 aja.
Dia cuma blg, 'Ya biar kalian bisa sekolah lah'. Gak guys, bukan berarti Bapak gw ga bisa beli lagi. Bisa kok. Cuma mungkin prioritas dia bukan itu. Dia beneran mikirin sih gw ama adek2 gw bisa sekolah sampe S1 gmn.
Bangga gw jadi anak dia.