Aku bikin lagu lagiiiiii......
Single ke-dua, barangkali ada yg mau denger ini lirik videonya (lagunya ada juga diberbagai web digital music stream yang kalian pakai).
https://t.co/gFKNsg3jAT
🚨 JUST IN: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Salah satu peserta Latsarmil Kopdes (Pelatihan Dasar Kemiliteran Koperasi Desa) ada yang meninggal & tidak di up beritanya.
Cuma jaga toko, kenapa pake latihan militer sih? Mau perang sama warung madura?!! #IndonesiaGelap
Woy, biadab @Kemdikdasmen!
Kenapa hal-hal kotor kayak gini pelaksanaannya atas perintah dinas di bawah naungan kalian?? Kalau cita-cita mencerdaskan anak bangsa gak bisa kalian wujudin at least jangan ngerusak masa kecil mereka dengan cara-cara bodoh kayak gini, bangsat!🫵🏻
🚨 JUST IN: Daffa Ulhaq, Mahasiswa FIB UI, yang tidak diutus oleh BEM maupun UI untuk ikut dalam kunjungan kerja Gibran ke NTT kemarin.
Ga ikut aksi karena abis sidang, eh langsung jalan2. Gratis. Dibayarin sama negara bareng Wapres. Kapan lagi cuyy 🥰🥰
#IndonesiaGelap
Perkenalkan, Gyokuro! Teh hijau terbaik dan terenak yg pernah gw minum 🍵
Jadi waktu ke Uji, Kyoto kemarin, gw dikasih tau sama tokonya kalo Gyokuro ini teh hijau premium. Ibarat kopi, Gyokuro ini espresso, kafeinnya bisa sampe 140mg/seduhan.
Mau tau rasanya kaya apa?
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
@yappingfess udah miskin harta, miskin akhlak, jelek rupa pula, minimal udah tau miskin semuanya jangan miskin perilaku, lo bela pemerintah gabakal jaminan masuk surga ya nyet
Tanda2 Indonesia Cemas might come sooner krn masih bnyk org dewasa yg:
1. Gabisa baca jam analog
2. Gabisa bedain mana kanan & kiri
3. Gabisa perkalian & penjumlahan sederhana
4. Gabisa bedain depan belakang, samping, seberang, dsb
5. Gabisa menghargai waktu orang lain
6. Ga ngerti pecahan; ga ngerti bedanya 1/2, 1/3, 1/4
😩
Apa lagi tuh? Coba tambahin!