gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup.
akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah.
kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem.
bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri.
Kenapa fast learner cepat lupa?
Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya
Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi.
Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa.
Knp?
Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval.
Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru.
Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval).
Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat.
Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang.
Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?
Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan bahwa kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia lebih baik ketimbang program serupa di Jepang dan negara-negara Eropa.
Baca di sini: https://t.co/cKSFj8zoFK
~AA #Prabowo#MBG
"Saya mendukung anak-anak muda Indonesia, termasuk Saudara Pandji Pragiwaksono, untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan yang bermanfaat untuk pembangunan bangsa. Indonesia sebagai negara demokratis membuka ruang bagi setiap warga negara untuk berpendapat dan berekspresi," ujar Gibran.
Baca di sini: https://t.co/qMUWb64WnD
~TR #Gibran #Pandji
The Aftermath of a Father Digging a Grave for His 2-Year-Old Daughter:
In 2017, Zhang Liyong, from a rural village in Sichuan, learned that his two-year-old daughter was diagnosed with severe thalassemia. The treatment required a hematopoietic stem cell transplant, with total costs approaching nearly one million yuan RMB. To save their daughter, Zhang Liyong and his wife exhausted all their family savings but still couldn’t afford the subsequent medical expenses.
In despair, the father dug a grave with his own hands for his daughter, saying that if she were to leave this world one day, he hoped she could adapt to death sooner. Zhang Liyong stayed with his daughter, sleeping and playing in that earthen grave.
After the video spread online, it touched the hearts of people across the internet.
Thanks to the power of the internet, Chinese crowdfunding platforms stepped in to help the family, raising the full amount of treatment costs in less than a month. Even more heartening, following the doctor’s advice, the couple had another daughter, and the younger sister successfully saved her older sister using her own cord blood. Later, a compassionate entrepreneur also covered all the recovery expenses for the older sister.
After his eldest daughter was discharged from the hospital, Zhang Liyong filled the grave back with soil and scattered sunflower seeds over it.
Love can traverse the deepest despair, blooming with hope even in the most barren soil!