Ada fenomena yg namanya football tourist dan the echo chamber of travel. Orangnya memang jalan2 jauh ke berbagai stadion di Eropa.
Tapi itu nggak menjamin mereka punya kapasitas intelektual dan nyambung secara emosional dgn realitas sosial di balik pertandingan2 yg mereka tonton.
Cuma pindah raga doang sambil bergenit2 bikin konten dan pamer di medsos. Tapi tetap gagal melakukan perpindahan perspektif.
cuma perkara tumbler 300ribu bikin heboh seindonesia, bikin orang dipecat, tempat kerja dia juga sekarang direcokin sama netizen๐ญ
makanya kalo lg marah kesel segala macem, jangan buka sosmed. pendem aja. masalah itu bukan makalah yang harus dipresentasikan di depan orang banyak