Memang… ini yang orang-orang salah paham.
Dikiranya karena dia ga lulus SMA wkwkkwwk.
Jujur, sebenarnya ga masalah tuh si Gibran kuliah di mana, bahkan sekadar lulusan SMA pun ga ada masalah.
Yang masalah:
- Dia dari awal tidak memenuhi syarat
- Tapi dipaksain lewat suket-suket itu AGAR MEMENUHI SYARAT.
Ini jelas melanggar UU Pemilu yang mensyaratkan dia minimal tamatan SMA, dibuktikan dengan IJAZAH dan yang setara padanya.
Ini hukumnya. Kita ga bisa melanggar hukum.
Kalau kita paksain, ya rusak dong konstitusi kita.
Ngikutin berita demo pelajar di Perancis dari kemarin, dan baru nemu clip wawancara ini, jujur keren sih jawabannya.
Apalagi poin tentang kemiskinan dan kekerasan, mereka bilang:
- "Kalau ada anak muda yang agak keras atau bahkan benar-benar keras, itu lagi-lagi bukti kemiskinan dan keputusasaan yang mendorong mereka.”
- “Kalau mereka tinggal di rumah bagus dengan lima kamar, mereka pasti sekolah tiap hari dan makan dengan cukup. Orang tidak memakai kekerasan kalau hidupnya layak.”🙌🙌
Mereka juga mention: kalo pendidikan nasional itu salah satu pos pengeluaran negara terbesar. Kita udah bayar banyak pajak. Kekerasan remaja terutama sebagai akibat kemiskinan dan kesenjangan, dan menyebut pemerintah gagal menyelesaikan masalah sosial. (sounds familiar ya😊)
Buat yang ga ngikutin demo di Perancis:
> Murid SMA protes karena terlalu banyak jam kosong di kelas akibat kekurangan guru. Tiap bulan minimal ada total 2 hari jam kosong bahkan sampe seminggu karena gurunya work life balance ambil cuti tapi gaada pengganti.
> Murid SMA muak karena tiap 1 guru harus ngajarin 35 murid. Mereka anggap ini rasio yang tidak efisien. Di Indonesia, 1 guru bisa ngajar >40 murid
> Murid SMA sadar kalau penyebabnya anggaran pendidikan yang kecil. Bahkan saat musim panas aja AC sekolah mati karena gak punya anggaran bayar listrik.
> Belum lagi setelah mereka lulus SMA dan mau jadi sarjana, itu sistem kuliahnya Gacha. Gaada test kayak di Indo. Mereka sistemnya tulis 10 jurusan dan kampus yang mereka mau, lalu nanti sistem yang ga transparan bakal pilih random sesuai ketersediaan kuota. Mereka frustasi sama ini.
> Teknik demonstrasi yang mereka lakukan adalah menduduki dan memblokade akses SMA dan Universitas terkenal. Salah satu SMA yang diduduki adalah SMA alumninya 5 mantan presiden Perancis. Kalau di Bandung Ibarat blokir SMA 3 dan 5 dan kampus ITB.
> Ada tokoh kanan yang ambil momentum nyalahin imigran, tapi gak kemakan narasinya sama anak SMA ini soalnya gak nyambung.
> Jadi makin viral karena salah satu video wawancara demonstran viral. Seorang anak SMA kulit putih di sekolah elite pusat kota Paris, tinggal di gated community, tapi narasinya pro minoritas, gerakan kiri, dan solidaritas terhadap rakyat kecil.
> Ketidakpuasan ini makin parah karena generasi boomers Perancis makanin uang pensiun dari pajak yang dibayarkan generasi muda. Sementara generasi muda gak ngerasa dapet apa-apa dari pajak.
> Menjadi titik balik gerakan kiri terbesar di Eropa. Sebuah sintesis dari dialektika anti-tesis gerakan ideologi kanan yang populer 1 dekade terakhir. Bisa kita bilang "The Leftist Spring" karena hal serupa terjadi juga di Jerman.
Di Indonesia sulit ada hal kayak gini karena sejak awal gaada dialektika Ideologi. Yang ada adu retorika makna Pancasila. Semua ideologi fafifuwasweswos maknanya 🤣
Ini mereka soal reformasi pendidikan dan fasilitas "aja" loh bisa semasif ini.
Di indo udah lapangan kerja dikit, regulasinya payah, presiden dan wapresnya plenger, dan ditambah masalah lingkungan. istg this is the level of protest we should have or we should be angrier malah
inilah cok alasan pemerintah indo ngacak-acak kurikulum, racunin anak-anaknya lewat embege, dana pendidikan dialihin, mahasiswa di brainwash to think they’re programmed to be a corporate worker magang magang magang ya karena kalo pendidikannya better bocahnya pada protes gini su
Mau sungkem tiap liat educated muslim ngejelasin sesuatu dg presisi dan mudah dipahami utk pertanyaan2 basic kayak gini.
Keren aja gitu 🥹👍🏻
Ada yg nanya knp tiap sholat harus pake bhs Arab?
Bukannya Tuhan yg kita sembah Maha Tahu dan harusnya paham semua jenis bahasa?
Jawabannya brilian sekali! Keren!!!
Buat kakak-kakak yang belum paham, ini namanya potret kemiskinan akibat pemimpin yang tidak tahu cara mengambil keputusan tepat sasaran.
kemiskinan di Indonesia bukanlah kemiskikin Kultural yg disebabkan oleh rakyat malas bekerja dan berusaha, banyak manusia yang bekerja pagi hingga malam, dan malam hingga pagi namun tetap tidak merubah kondisi ekonomi, kemiskinan di Indonesia adalah kemiskinan Struktural karna kurangnya peran negara dalam memberdayakan rakyatnya. kemiskinan dipelihara oleh pemerintah agar bansos dan sembako punya ruang dan tempat dihati masyarakat
Kemiskinan yang masif adalah representasi
dari kebodohan dalam pengambilan kebijakan.
- Melaksanakan kewajiban-kewajiban agama, lebih bagus kalau mau ambil extra steps.
Ini penting karena mana mungkin dia mampu konsisten melaksanakan kewajiban lain jika kewajiban agama saja dia tidak mampu.
- Memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Serta jelas arah karirnya ke depan.
Btw yang kumaksud penghasilan tetap itu bukan melulu tentang nominal yang selalu sama, tapi konsisten selalu punya penghasilan.
- Punya daya juang!!!!!
Perhatikan pencapaian yg dia punya, pendidikan/pekerjaan/harta, apakah dia meraihnya karena berjuang atau karena disuapin orang tuanya? Sekaya apapun dia, tapi kalau full pemberian orang tua, daya juangnya biasanya kurang. Shit happen kalau masa jaya orang tuanya nanti udah lewat.
- Tidak resisten terhadap ilmu.
Kalau menemukan sesuatu yg baru, dia mau cari tahu kebenarannya. Nggak denial kalau dikasih tahu, nggak keras kepala, bisa diajak komunikasi.
- Punya kontrol emosi yang baik, kalau marah nggak terlalu darderdor, kalau kecewa/sedih tetap tenang.
- Bukan antivax, bukan kaum bumi datar, bukan voter 02, dan bisa bedain foto/video AI atau bukan. 👍
Aku belum lahir, Duta sudah muda
Aku kecil, Duta muda
Aku remaja, Duta masih muda
Aku sekarang, Duta tetap muda
😭😭😭😭😭 masih menangisi the what if I born much earlier....
tapi pernah ga kamu nyibukin diri sendiri buat ngilangin rasa sedih. but end up, you still sad and depressed. you can’t hold it anymore, and finally you cry because it really hurts your feelings :”)