Buku ini merupakan pengembangan dari Feeling Good dan memasukkan teknik baru yang disebut TEAM-CBT (Testing, Empathy, Agenda Setting, Methods). Empati jd unsur penting, di tengah dunia yg uda terkikis empati. Hiduo gak punya empati itu mereduksi rasa kenanusiaan.
Buku ke-4 tahun ini yg juga bisa kurekomendasikan: Feeling Great (David D. Burns) mengembangkan pendekatan terapi kognitif untuk membantu mengatasi depresi, kecemasan, rasa bersalah, dan rendah. Inti utama buku ini: Perasaan kita dipengaruhi oleh cara berpikir.
Salah satu gagasan baru dalam Feeling Great adalah bahwa emosi negatif sering kali melindungi atau membantu kita dalam suatu cara. Misalnya, rasa cemas bisa membuat kita lebih waspada, dan rasa bersalah dapat mencerminkan nilai moral yang kita pegang.
Bukan peristiwa itu sendiri yg membuat kita menderita, melainkan interpretasi kita atas peristiwa tsb . Burns menjelaskan berbagai cognitive distortions, seperti:
Berpikir hitam-putih, membesar2kan masalah, baca pikiran orang lain tanpa bukti, meramal masa depan secara negatif.
Kebebasan sejati bukan berasal dari mengendalikan pikiran dan perasaan, melainkan dari belajar menerimanya sambil tetap hidup sesuai nilai-nilai baik yang kita pilih.
Buku ketiga yg juga recommended: A Liberated Mind (Steven Hayes). Buku ini membahas cara membebaskan diri dari pola pikir yang membatasi melalui pendekatan Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Kita bukan pikiran kita. Pikiran hanyalah peristiwa mental yang datang dan pergi
Kemampuan untuk menerima pengalaman batin dan tetap bergerak menuju tujuan hidup dianggap lebih penting daripada selalu merasa nyaman atau bahagia. Hidup yang bermakna tetap mungkin dijalani meskipun ada rasa sakit, ketidakpastian, atau kegagalan.
Next book: Man’s Search for Meaning (Viktor Frankl) juga bagus. Penulisnya survivor camp concentration. Inti pesannya jika kita punya alasan utk hidup, maka akan bisa resisten & bangkit. Walaupun kebebasan fisik dirampas, kita tetap punya kebebasan terakhi merespons keadaan.
Makna ditemukan melalui tiga jalan: Menciptakan atau melakukan sesuatu yang bernilai (karya, pekerjaan, kontribusi), mengasihi secara tulus &
memiliki sikap yang benar terhadap penderitaan yang tak bisa diubah.
Menurut Frankl, dorongan terbesar manusia bukanlah mencari kesenangan atau kekuasaan, melainkan mencari makna (meaning). Penderitaan memang tidak diinginkan, tetapi jika tidak dapat dihindari, seseorang masih dapat menemukan makna melalui cara ia menjalaninya dengan martabat.
Daftar buku asyik dibaca tahun 2026 di tengah stresnya pergolakan dunia. Yang pertama rekomendasi my best friend Mas Ade Wahyudi. Judulnya: Becoming Supranatural (Joe Diapenza). Ini penting buat kamu2 yg stres dan banyak penyakit.
Kita sebagai manusia harus Inga bahwa kita terdiri bukan cuma tubuh (konsep energi). Kita = energi + kesadaran. Realita bukan fix → bisa “dipilih”. Ini bagian yang agak spiritual/quantum.
Tubuh bisa menyembuhkan diri (self-healing)
Dengan: pikiran yang baik & emosi elevated (syukur, kasih, damai, pengampunan) .
Ada banyak orang sembuh dari penyakit lewat meditasi. Emosi (gratitude, kasih) itu powerful
Emosi bikin otak & jantung sinkron,->Ini kondisi terbaik.
Ini buku bakal bantu kamu taking your energy back. Dari hasil risetnya: Pikiran bukan cuma “ngayal”. Namun sangat memengaruhi: emosi, kesehatan hingga realita hidup. Perasaan itu kunci manifestasi. Bukan cuma “mikir pengen” , melankan: Harus merasa seolah sudah terjadi.