Makin dewasa, makin susah nyari pasangan.
Bukan krn pemilih, tapi gk mau sampai salah pilih.
Umur gk sebecanda itu untuk dihabiskan dengan orang yang masih mikirin cinta doang.
Aku sayang kamu, enggak bisa diukur pakai persentase. Kadang menggebu, kadang lesu. Kadang serius, kadang haha-hehe. Kadang ingin berjuang bersama, kadang cuma ingin menggabut berdua. Intinya, emang lebih baik ada kamu daripada enggak ada. Gitu
jika suatu hari nanti perasaanku kepadamu selesai dan aku berhenti menunggu, bisakah kamu merasa kehilangan meski hanya sebentar? aku tidak bermaksud memaksa, ini hanya permintaan kecil dari seseorang yang sangat mencintaimu, yang ingin untuk sekali saja dianggap ada.
لاتزرع في دربي شوكاً، لعلك غداً تأتيني حافياً
Jangan menanam duri dijalanku, mungkin besok bisa jadi kamu yang datang kepadaku tanpa alas kaki.”
— William Shakespeare
Aku tidak marah. Aku hanya kecewa. Itulah mengapa aku lebih memilih menepi daripada bertemu. Sebab di setiap pertemuan selalu ada sakit yang tak terjelaskan.