Banyak yang dikorbankan, pak. Para ibu-ibu ini hanya butuh perhatian dan keterlibatan kalian dalam menghadapi kerasnya dunia. Diajak beli martabak ya kalau mereka sudah mengeluarkan jurus seribu manyun. Isi kembali energinya agar rumah tetap hangat.
Seni yang model gimana yang dimaksud? Seni yang tiba-tiba jadi ibu peri kemudian berubah menjadi mak lampir?
Saat seperti itu kehadiran bapak rumah tangga sangat dinantikan. Bukan cuma diliatin aja, tapi ditanya pak, dirayu juga. Penting ini sih.
Tak dipungkiri, saya sebagai IRT kadang punya sisi tantrum yang luar biasa. Apalagi ketika lelah dan anak sedang tidak bisa diatur. Rasanya ingin kutinggal umroh aja mereka ini. Tapi ini kata orang-orang adalah seni menjalani hidup.
Kunci untuk para IRT. Saat tubuh mendeteksi adanya sinyal rungsing dan agak tantrum, segeralah menjauh dari semua kegiatan. Pergi sebentar mencari makanan atau minuman favorit. Sesungguhnya lelah kalau dipaksa jadi gila. Tetep waras dengan cara yang simpel ya bun.
Kurang keren apa jadi IRT. Bersih-bersih rumah, nyuci baju, bantu cari uang, ngurusin 2 anak, dan masak bisa tergapai dalam satu waktu. Nggak keliling komplek aja udah alhamdulillah ini mah 😎
Sepertinya pasrah menjalani hidup selanjutnya adalah pilihan yang tepat. Bekerja semestinya, berdoa seharusnya, dan berserah seluasnya. Tuhan membagi porsi kebahagiaan dan kesedihan dengan seimbang. Tinggal kita yang mengendalikan. #catatanhariini
Dunia kuliner keras men. Meleng dikit dagangan lu diduplikat. Digeser posisinya. Diambil pelanggannya. Kita bertahan dengan resep, yah, semoga keberuntungan masih ada. Konsisten adalah kunci. Orang mau samain produk sekalipun kalo rasa dan branding nggak oke, kita tetap gass cuy!
Agak bingung dengan pemikiran Gen Z saat ini. Langkah hidupnya disetir sama sosmed. Apa nggak cape berusaha berpura-pura? Hehehe. Aku loh cape liatnya.
Tapi aku gak mau ovt sih, ya barangkali dia sedang banyak pikiran, banyak tanggungan, atau mungkin cape ama aku yg demen datang kesana. Hmm gws ya mbak, semoga masalah dalam diri kamu segera terhempas dan kembali tersenyum. Dahlah, gitu aja. Curcolnya gak penting blas wkwk