Imam Syafii harus mengangkut sampah menggunakan gerobak dorong dan bekerja di tengah tumpukan sampah yang sering menumpuk karena truk pengangkut tidak datang setiap hari.
Wilbur semakin terkejut ketika melihat kondisi rumah Imam dan kehidupan keluarganya yang serba kekurangan.
Dalam dokumenter tersebut, ia bahkan terlihat menangis saat menyaksikan langsung kerasnya kehidupan yang dijalani rekannya itu. Pengalaman tersebut membekas bagi Wilbur.
Setelah kembali ke Inggris, ia menggelar acara penggalangan dana di sebuah klub musik di London untuk membantu Imam dan para petugas kebersihan lainnya di Indonesia.
“Saya ingin membantu Imam dan teman-temannya mendapat gerobak baru,” kata Wilbur saat acara penggalangan dana di London.
Tak hanya gerobak, Wilbur juga ingin mengumpulkan dana untuk membantu pendidikan anak-anak petugas kebersihan serta kebutuhan kesehatan mereka. Kisah ini menjadi salah satu momen yang paling diingat dari dokumenter BBC tersebut.
Setelah melihat langsung kehidupan petugas kebersihan di Jakarta, Wilbur menyadari bahwa pekerjaan yang sama bisa memiliki kondisi dan penghargaan yang sangat berbeda di dua negara.