Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
@ecommurz Lu sempat angkat busuknya rekruitmen taxi tosca kan, ada dugaan gara-gara serobot palang taxi tosca jadi penyebab kecelakaan hari ini dan dari sekian banyak case ngga ada yang berani sentuh managemen-nya.
https://t.co/nEyU7bJmzG
Prabowo ini bikin semua presiden pendahulunya jadinya terlihat bener kerjanya.
SBY itu nilainya 3/10, Jokowi 2/10 tapi Prabowo ini beneran 0/10. Nepotismenya gila. Temennya ditunjuk jadi Menhan yang ngurusin koperasi. Ajudannya dijadiiin Seskab. Adiknya dikasih jabatan multifungsi. Ponakannya dikasih Deputi BI.
Ekonomi lagi ambruk-ambruknya tapi presidennya macem gini. Hancur total.
negara yang punya WeChat Pay & Alipay
rela adopsi sistem pembayaran dari Indonesia
kenapa? 🤔
karena QRIS itu simple
> 1 QR code, semua e-wallet bisa scan
> tanpa perlu tukar mata uang
> tanpa perlu aplikasi khusus
Jepang bilang QRIS lebih canggih dari sistem mereka sendiri, China launch 30 April ini
India, Korea, Saudi Arabia, antri
dan ini dibuat Bank Indonesia sejak 2019
bukan Silicon Valley, bukan Beijing
@onnowpurbo Jadi jelas sebenernya di pihak KOMDIGI maunya ada sistem rating dimana mereka jadi pintu-nya masuk game di Indonesia tapi ga mau ambil sepeser tanggung jawab yang sudah menjadi bagian dari mereka selaku signatory IARC. (jemput bola untuk memverifikasi hasil IARC Questionare)
Rejeki platform jeblok? Yang rejekinya jeblok justru developer, terutama developer lokal, yang dibuat terombang-ambing sama aturan ga jelas.
Coba @onnowpurbo tanyain ke teman2 KOMDIGI, buat apa kita jadi signatory IARC kalau ga mau jemput bola dan memastikan konversi hasil IARC questionare itu akurat dengan IGRS? Developer yang udah isi IARC questionare itu ga bisa submit lagi ke badan rating, badan rating (IGRS) yang seharusnya jemput bola.
Play Store, App Store, Steam, dan Epic Game Store itu semua sudah mengikuti standarisasi IARC, dimana IGRS/Indonesia/KOMDIGI juga merupakan signatory.
Kalau misalnya dalam formulir IARC sekarang ada yang tidak mengakomodir kebutuhan IGRS, Indonesia memiliki hak untuk meminta IARC harmonisasi formulir mereka sehingga hasil questionare bisa akurat dengan IGRS.
Kita sudah tanda-tangan IARC selama dua tahun, that's more than enough time buat minta harmonisasi ke mereka. Kita bahkan ga perlu harmonisasi. Sekali lagi gue tekankan, mereka. yang. harmonisasi.
Ga ada namanya dari sisi platform keberatan karena yang mengisi formulir IARC questionare itu developer.
ini orang Komdigi pada delusi semua mikir mereka pahlawan atau gimana?
@onnowpurbo Pak onno, sebagai pakar intenet saya cukup menghormati bapak, tp untuk hal ini sepertinya bapak dikibuli oleh @kemkomdigi
User steam jangan disamain sama bocah ep-ep karena selain harga gamenya mahal ada yg sampai jutaan, device requirement jg bukan HP mito limbad / esia hidayah
Salah satu tim perumus JAKI disini 🙋🏻♂️
Ada yg mau denger gimana cerita awal JAKI diinisiasi (2019) dan kenapa di awal kemunculan apps ini ditakuti seluruh dinas?
I made a tweet about Refused Classification in Indonesia Game Rating System and Indonesian players had reported "RC" or "not fit for distribution" rating is on Steam as well.
Games Affected so far:
Persona 5
Baldur's Gate 3
GTA V
Metaphor ReFantazio
TAHUKAH kamu bahwa 9 dari 10 warga percaya bahwa program MBG cenderung menguntungkan elite, pejabat, dan pemilik dapur, serta rawan dikorupsi?
Kami dng Policy Research Center baru saja merilis hasil riset berjudul "Siapa yang Diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?"
She really said, “Apa ini alasan kapitalis lebih memilih buruh muda lajang, yg lebih mudah dieksploitasi, tapi tetap bisa meminimalkan biaya produksi dengan upah murah dan tanpa tunjangan keluarga, dibanding buruh wanita dengan beban kerja ganda sebagai unpaid reproduktif labor?”