Suka bersalah kalo aku masih bawa trauma aku ke hubungan aku skrg. Tapi Bersyukur bgt pertama kali punya cowo baik hatinya kebangetan cintaaaa sekali akuu
PLEASE…. CALL MEE SAYANG…..
"SAYANGGGGGG"….
"SAYANGKU LAGI APA?"….
"SAYANGG UDAH MAKAN?"…..
"MORNING SAYANGGG"…..
POKONYA SAYANG SAYANG…BCZ SAYANG IS THE MOST BEAUTIFUL, SOFT, SWEET, AND ROMANTIC….❤️
@produklokal24 Mau beli book hotel aku ga kak tanggal 4-5 juli di kangen boutique jogja? Harga 327k include sarapan superior twin. Batal karena temen aku gajadi ikut kalo beda itinerary😔
@chesxire Mau beli book hotel aku ga kak tanggal 4-5 di kangen boutique jogja? Harga 327k include sarapan superior twin. Batal karena temen aku gajadi ikut kalo beda itinerary😔
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Aku suka dengan statement ini:
Sebenarnya, pekerjaan yang kamu jalani sekarang adalah yang terbaik yang Allah hadiahkan untukmu.
Karena itu kamu ditakdirkan berada di pekerjaan yang kamu miliki saat ini, meskipun awalnya bukan di bidangmu sekalipun. Sebab Allah tahu kamu mampu menjalankan amanah tersebut.
Itulah mengapa kamu ditakdirkan dengan pekerjaan yang kamu punya sekarang.
Semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfuz 🤍
keanu said “Mau sebanyak apapun temen lo, kalo lo ga punya pasangan lo bakal selalu ngerasa sendiri. Tapi kalo lo punya pasangan, mau ga punya temen pun lo bakal ngerasa cukup.”
kalo dibandingin sama yang lain, aku gaada apa apanya, tapi kalo bandingin sama diri aku setahun dua tahun yang lalu, banyak banget yang berubah. prosesnya ga mudah, tapi aku yakin bisa tumbuh lebih baik.