Pernah denger gak quotes yg bunyinya begini: “Banyak yang siap mati demi anak, tapi sedikit yang berani hidup sehat biar berumur panjang demi anak.”
Kalimat ini tuh gak cuma nendang kepala gue, tp juga bikin gue diem lama, ngeliatin wajah anak-anak gue. Dua bocil yg tiap hari lari ke gue sambil teriak, “Ayah pulang!” Gue inget bgt gimana mereka peluk gue erat, kayak dunia ini cuma mereka dan ayahnya. Tapi waktu itu, di berat badan 101 kg, gue sering kepikiran:
“Bisa gak ya gue ada buat mereka sampe gede? Sampe mereka lulus, nikah, sukses kerja, bahkan nanti gue gendong cucu-cucu gue? Atau gue cuma jadi kenangan?”
Gue sadar, kita hidup di zaman internet. Informasi tuh masif bgt. Lo scroll media sosial dikit aja, ada yg ngomongin pentingnya olahraga, ada yg bahas cara makan sehat, ada yg cerita soal gaya hidup aktif. Mau gak mau, gue makin aware sama kesehatan gue sendiri. Gue liat orang-orang lari, awalnya gue ikut-ikutan aja, FOMO mungkin. Tapi gue mikir, gapapa FOMO, asal beneran kasih manfaat buat hidup gue.
Makanya gue gas. Mulai dari puasa Senin-Kamis, biar perut gak cuma kenyang tp juga terkontrol, plus hati lebih adem. Tennis sama badminton jadi olahraga favorit, karena tiap smash itu berasa kayak gue ngalahin rasa males gue sendiri. Dan terakhir, lari. Awalnya kayak hukuman, kayak, ‘Badan segede gini mau suruh lari?!’. Tapi lama-lama, gue sadar lari tuh bikin gue nge-charge energi mental dan fisik gue.
Alhamdulillah, skrg dari 101 kg udah jadi 87 kg. Masih jauh dari ideal, tp ini bukan cuma soal angka di timbangan. Ini tentang gue yg mau jadi ayah yg gak cuma ‘hadir’ hari ini, tp juga ‘bertahan’ sampe kapan pun anak-anak gue butuh. Gue mau liat mereka sukses, nikah, dan gue bisa gendong cucu sambil bilang, ‘Kakek lo dulu kurus demi kalian semua.’
Buat lo yg baca ini, inget: di zaman sekarang lo gak kekurangan informasi. Yang lo butuhin cuma satu: kemauan buat mulai. Sekecil apapun langkah lo, selama konsisten, pasti akan ada hasilnya. Gue udah buktiin! Lo juga pasti bisa!
Jadi yuk, jgn cuma FOMO liat orang lari atau olahraga di medsos. Ikut aja! Kadang dari ikut-ikutan, kita baru sadar, manfaatnya ternyata jauh lebih besar buat diri kita sendiri dan buat orang-orang yg kita sayang.
Viral lagi Vidio Lama Pak Anies usai geger keputusan potong Gaji rakyat untuk TAPERA,... Vidio ini Untuk yg Mengerti sedangkan Kalau SDM nya Rendah Pasti Akan Komentar bilang " Kalau kalah ya kalah aja " udah tahu dong Pendukung siapa itu,.. dan saya Bangga di barisan Abah
Pada hari Jumat, 24 Mei, Mahkamah Pidana Internasional memerintahkan Israel menghentikan seluruh operasi militer di Rafah. Dalam 48 jam sesudahnya, Israel telah menjatuhkan lebih dari 60 bom di area kamp pengungsian di Rafah dan sekitarnya, yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman, dan membunuh puluhan dan melukai ratusan rakyat Palestina tanpa pandang bulu. Israel telah dan terus mengabaikan hukum internasional.
Kini, ribuan rakyat Palestina terjebak di Rafah tanpa dukungan medis, keselamatan, dan kebutuhan hidup yang cukup. Mari terus suarakan dukungan dan berikan bantuan pada Palestina dengan segala kemampuan kita. Mari terus dukung pula pemerintah melalui Kemenlu untuk terus menggalang dukungan global dan memberikan tekanan pada Israel agar menghentikan genosida brutal ini sekarang juga!
#FreePalestine #AllEyesOnRafah
@aniesbaswedan Di akhirat nanti Pak Anies diringankan hisabnya krn sering difitnah dan djelekkan orang2, pahala org2 yg menjelekkan pindah ke Pak Anies.
Apakah ada beda aku memilih siapa?
Suaraku hanya satu, dibanding ratusan juta lain yang sudah menggema.
Seperti setetes air mau menambah berat sebuah kolam, atau sebutir embun ingin memadamkan kebakaran hutan,
satu suaraku sepertinya sama sekali tidak berdampak apa-apa.
Tapi aku, akan tetap memilih, karena aku tahu,
bahwa aku memilih bukan untuk mereka di luar sana, tapi untuk dia yang aku lihat di balik kaca.
Dia yang yakin bangsa ini masa depannya bisa gemilang jika dia juga siap mengerjakannya bersama-sama.
Dia yang tidak suka ketidak-adilan, dia yang sudah cukup melihat penindasan.
Dia yang percaya bahwa bangsa ini adalah bangsa yang bisa jadi cerdas, tangguh, dan perkasa, namun sekaligus bisa bermartabat, mengayomi, welas-asih, dan mengasihi satu sama lain.
Aku memilih karena dia yang di dalam kaca selalu hidup bukan berlari dari ketakutan-ketakutannya, tapi dia selalu hidup mengejar harapan-harapannya.
.
Suaraku yang cuma satu, kupakai bukan untuk memenangkan pemilu,
tapi satu suaraku akan kupakai untuk mengatakan siapa diriku.
Saatnya perubahan.
Satu suara, untuk nomor satu.
14 Februari 2024
❤️🇮🇩
Semua menanyakan jika pak Anies Baswedan jadi presiden, tapi bagaimana jika bapak tidak jadi presiden?
Bagaimana nasib kami 5 tahun kedepan pak? 🥺
#DesakAnies#DesakSlepetAMIN
Belum tentu negara yang “maju” atau “canggih” rakyatnya makmur. India bisa meluncurkan roket ke luar angkasa, dan mendaratkan sebuah kendaraan di bulan - tapi masih menghadapi banyak kemiskinan di masyarakatnya. Kita berniat untuk fokus pada kesejahteraan masyarakat, memastikan masyarakat kita benar-benar makmur.
It’s far from certain that countries that are “advanced” or “sophisticated” enjoy an even distribution of prosperity. India can launch rockets into outer space and land a vehicle on the moon - but is still facing widespread poverty among its people. We intend to focus on the welfare of the people, ensuring that our society is genuinely prosperous.