Puan, apa yang lebih indah dari setitik senja yang tak bisa dipotong-potong? Sebuah senyum yang merekah melihat terbenamnya matahari namun asa tetap menyala karena ia tak pernah ikut tenggelam.
In simetria harmonia
🇮🇩 Indonesia Super League projections - Round 10
🏆 Borneo still favorites by far
🌏 Borneo & Persib projected for top two. Persija & Malut also in good position for Asian spot
🔴 Semen Padang, Persis deep in relegation zone. PSBS & Persijap battle for the last spot
Menurut Pep Guardiola, isu rasialisme yang terus terjadi tidak lepas dari aspek pendidikan seorang individu.
Menurutnya, pola pikir masyarakat tentang perbedaan ras bisa diubah dengan fokus pada infrastruktur pendidikan yang lebih baik.
Bagaimana menurut kalian?
Ini bukan translate ya, hanya mencoba memahami Cara kerja Teorema Bayes
Bayangkan keyakinan kita itu seperti timbangan.
Di satu sisi ada apa yang sudah kita percaya.
Di sisi lain ada bukti baru.
Teorema Bayes adalah cara berpikir yang membantu kita menentukan:
'Seberapa besar kita harus percaya sesuatu, setelah melihat bukti baru'.
Intinya sederhana:
'Keyakinan itu bukan tetap. Keyakinan itu bisa berubah.'
Konsep dasar dalam bahasa sederhana
Ada 2 komponen utama:
1. Keyakinan awal (Prior)
Ini adalah apa yang sudah kita percaya sebelumnya.
Misalnya:
“Merokok tidak berbahaya.”
“Madu hutan pasti lebih sehat.”
“Saya jarang sakit, berarti tubuh saya kuat.”
Ini adalah titik awal.
2. Bukti baru (Evidence)
Ini adalah informasi baru yang kita temukan.
Misalnya:
Ada penelitian yang menunjukkan merokok merusak paru-paru.
Ada jurnal ilmiah tentang manfaat madu.
Ada hasil cek kesehatan terbaru.
Cara kerja Bayes (analogi sederhana) begini
Bayangkan Anda percaya sesuatu 60% benar.
Lalu datang bukti baru yang kuat.
Sekarang keyakinan Anda mungkin berubah menjadi:
70% benar
atau 80% benar
atau malah turun jadi 30%
Artinya:
'Keyakinan kita selalu diperbarui berdasarkan bukti'
Bukan hitam putih. Tapi naik turun seperti angka probabilitas.
Contoh nyata sehari-hari
Contoh 1:
Mendengar suara di malam hari
Keyakinan awal:
“Mungkin itu kucing.” (70%)
Lalu Anda dengar suara manusia bicara.
Keyakinan berubah:
“Mungkin itu orang.” (sekarang 80%)
'Bukti baru → keyakinan berubah'
Contoh 2:
Produk kesehatan
Keyakinan awal:
“Madu hutan bagus untuk kesehatan.”
Lalu Anda baca:
1 penelitian → keyakinan sedikit meningkat
10 penelitian → keyakinan semakin kuat
100 penelitian → keyakinan menjadi sangat kuat
Bukti menambah kekuatan keyakinan.
Inti paling penting dari Teorema Bayes
"Orang rasional bukan orang yang selalu benar.
Orang rasional adalah orang yang bersedia memperbarui keyakinannya ketika ada bukti baru.
Bukan keras kepala".
Rumus sederhana dalam bahasa bayi
Bayes mengatakan:
Keyakinan baru = keyakinan lama + bukti baru
Semakin kuat bukti → semakin kuat keyakinan
Semakin lemah bukti → keyakinan tidak banyak berubah
Kenapa ini penting dalam hidup
Karena banyak orang:
Percaya sesuatu tanpa bukti
Atau menolak bukti karena ego
Bayes mengajarkan:
Orang pintar bukan yang selalu benar.
Orang pintar adalah yang mau mengubah pikirannya ketika bukti berubah.
The way we position ourselves inwardly has great bearing on the work we do; it guides us, fills us, and nourishes us. This work is not on the timetable, it is not part of the lesson plan, and it is not really part of the pay structure either
The real work of the Waldorf teacher is this inner work — the contemplative, the meditative — because without it there is very little that is truly Waldorf about our lessons.
Ini juga jadi dasar kenapa membangun kebiasaan baik orang tua di rumah penting dikampanyekan di sekolah-sekolah agar anak makin terbiasa untuk belajar dengan baik di rumah maupun di sekolah. Rumah dan sekolah seirama dalam mendidik anak jadi pribadi yang lebih baik setiap hari.
Gua kaget pas tahu bahwa ternyata kebiasaan olahraga gua ternyata bakal ngaruh ke anak
Gua nemu satu penelitian di BMC Pediatrics yang melibatkan lebih dari 1.000 anak dan orang tuanya. Yang diteliti bukan cuma anaknya, tapi kebiasaan olahraga orang tuanya.
Hasilnya bikin gue cukup terkejut. Anak punya 57% kemungkinan lebih besar untuk rutin aktivitas fisik kalau orang tuanya juga rutin berolahraga. Yang lebih menarik adalah efeknya paling kuat kalau yang aktif itu ibunya. Bukan karena anak disuruh. Bukan karena anak dipaksa. Tapi karena anak melihat dan meniru.
Penelitian ini juga nunjukin kalau tingkat aktivitas orang tuanya itu minimal 150–300 menit per minggu dengan intensitas sedang–berat untuk punya anak dengan aktivitas fisik yang juga oke.
Masuk akal juga sih, karena anak itu tajam banget ngeliat contoh.
Gue bakal mulai fokus olahraga duluan, bukan buat jadi orang tua sempurna, tapi buat jadi contoh yang konsisten.
Karena ternyata, kebiasaan sehat itu bukan diwariskan lewat kata-kata, tapi lewat apa yang anak lihat setiap hari di rumah.
Jadi untuk yang sudah jadi orang tua, yuk gas olahraga!
@zanatul_91 Ini mengerikan memang, menggantikan manusia dengan software itu adalah agenda besar yang sedang dijalankan oleh kekuatan 'asing' agar manusia hilang kemanusiaannya. Melawan hal esensial dari pendidikan yakni memanusiakan manusia.
Deretan tanaman ini pernah tercatat sebagai tanaman yang berharga pada masa Yunani Kuno. Inilah daftar nama tanaman-tanaman tersebut!
https://t.co/EUOqRNpX92
Physical activity is the most effective intervention available for promoting brain health and longevity. Recent research demonstrates that regular exercise, even in modest amounts, is effective for enhancing brain volume, improving memory, and reducing the risk of neurodegenerative diseases. Beyond its cognitive benefits, moderate physical activity also contributes to extended lifespan and better overall health outcomes.
Even regular walking has shown to have powerful impacts on brain structure and function:
*️⃣Activity levels equivalent to 4,000 steps per day have been linked to measurable increases in gray matter and white matter volumes (PMID: 38073389)
*️⃣A 2011 study showed that 40 minutes of walking, three times per week lead to a 2% increase in hippocampal volume over one year, effectively reversing 1–2 years of age-related atrophy and enhancing spatial memory performance (PMID: 21282661).
*️⃣A more recent study suggests that activity levels equivalent to walking just under 3 hours daily for the least active populations could extend lifespan by 11 years on average (doi: 10.1136/bjsports-2024-108125).
Even walking is an accessible, non-pharmacological intervention for promoting brain health, reducing disease risk, and enhancing longevity.
Smartphone addiction has negative impacts on student learning and overall academic performance. The greater the use of a phone while studying, the greater the negative impact on learning. The skills and cognitive abilities students needed for academic success are negatively affected by excessive phone use. The results of this meta-analysis implied that addicted users show a diminished level in learning.