Gue berdiri 1 jam lebih, desak-desakan, keringat orang lain nempel di baju gue.
Dan besok? Gue lakuin lagi.
Ini bukan pilihan. Ini namanya kerja di Jakarta.
manifest omongan adalah doa:
• pulang teng go
• kerja di tempat yang tepat
• gaji 15jt ++
• karir jelas
• kerja sesuai job/role
• lingkungan positif ga toxic
• perusahaan gak pelit/dzolim
• hak karyawan dipenuhi
• senin-jumat
• tanggal merah libur
Bayar tiket harganya sama. Capek kerja seharian juga sama.
Tapi kenapa kalau laki-laki duduk di kursi reguler sering dianggap nggak punya hati?
Baru banget gw pulang kerja naik kereta jakarta-bogor terus ada Laki-laki duduk tenang, di depannya ada perempuan berdiri.
Terus si mbaknya pasang muka sinis, atau sengaja mepet-mepet biar si cowok merasa bersalah. Padahal itu bukan kursi prioritas.
Di satu sisi, ada stigma "Laki-laki harus ngalah".
Di sisi lain, laki-laki juga manusia yang bisa capek kerja 8-10 jam. Kalau dia ngalah, dia makin tumbang. Kalau nggak ngalah, dianggap nggak punya etika.
Akhirnya, banyak yang milih pura-pura merem atau main HP padahal hatinya nggak tenang.
cc:threads
Jujur gue jd dilema moral. Karna kalau dipikir-pikir, apa yg gue lakuin jg jatohnya sama, ngomongin idol gue dengan nada mesum, walaupun niatnya bercanda.
Di satu sisi gue ngerasa ini tuh ‘normal’ di fandom, tapi di sisi lain pas ngeliat kejadian kayak gini jadi kepikiran😔