Bukan:
Hate seeing people exercise.
Tapi:
Just hate seeing rich people.
Karena kalau yang diposting itu jogging keliling kompleks, lari CFD, atau futsal tiap Jumat, hampir gak ada yang ribut.
Orang bereaksi bukan karena aktivitasnya.
Tapi simbol yang ikut nempel di aktivitas itu.
Pilates.
Padel.
Membership jutaan.
Outfit olahraga belasan juta.
Brunch setelah workout.
Story estetik jam 10 pagi di hari kerja.
Olahraganya cuma 1 jam.
Lifestyle-nya yang dipamerin seharian.
Dan ketika sesuatu terasa seperti penanda kelas sosial, komentar sinis pasti lebih gampang muncul.
Lucunya, kalau besok pilates bisa dilakukan gratis di lapangan dekat rumah, kemungkinan besar separuh nyinyirnya langsung hilang.
Jadi masalahnya bukan exercise.
Tapi privilege yang kelihatan lewat exercise.
As a woman I am extremely aware that the reason I have my rights is because a woman somewhere got up, got MOUTHY, organised, raged, made herself INCREDIBLY inconvenient until things changed for the better for all of us. Which is precisely why I see women who uphold the patriarchy as traitors to all women.
Laki2 disatuin ama gay ngerasa ga aman soalnya takut dilecehin meanwhile perempuan disatuin ama lesbi aman2 aja berarti emg masalahnya di laki yang nafsuan dan menormalisasi pelecehan (izin🙏🙏)
kita melewatkan kesempatan mendapatkan presiden yg di umur 57 tahun tp masih segar bugar kuat lari half marathon, bukannya marah-marah dan tantruman 😭😭😭
Banyak lelaki tidak sadar kl mereka hidup di realitas yg jauh berbeda dgn perempuan. Lelaki cuma takut penolakan + takut ego nya tersakiti, perempuan takut di bunuh, di perkosa, takut besok mati di dalam parit tanpa busana.