Inisiatif Dagang Hijau (IDH), institusi nirlaba yang mendukung praktek pertanian, dagang, & manajemen berkelanjutan di Indonesia bagi komoditas Indonesia
Dengan rasa bersyukur, kami umumkan penunjukan Bapak Nassat D. Idris sebagai Ketua Pengurus Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH) yang baru.
Selengkapnya: https://t.co/YFNq5G0Uic
YIDH is looking for consultants to deliver communication products for one of its programs in West Kalimantan.
Download the ToRs: https://t.co/fCU9PyE9nf and https://t.co/KMPq0GaTpx.
#requestforproposal#RFP
Kami membuka kesempatan bergabung dengan tim kami untuk posisi Program Director.
Posisi ini akan memimpin dan memastikan program-program IDH di Indonesia terselenggara dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi IDH dan para pemangku kepentingan.
https://t.co/cFGGoDWBaI
Apakah kamu ahli di bidang komunikasi? Ingin menginspirasi melalui cerita di kanal yang berbeda-beda? Seorang strategis yang juga bisa mengimplementasikan taktik menjadi sesuatu yang praktis?
Yuk bergabung dengan YIDH sebagai Communications Manager!
Tertarik untuk bergabung bersama kami dan berkontribusi dalam transformasi pasar komoditas berkelanjutan di Indonesia?
Ayo bergabung dengan tim kami di posisi Program Manager. Untuk detail & cara mengirim aplikasi lamaran kerja, kunjungi https://t.co/1MqRnsiyNO
#lowongankerja
Kami juga berdiskusi dengan petani kopi di Takengon tentang praktik berkebun kopi organik yang sudah dijalankan sejak awal tahun 2000-an.
#kopi#kopiberkelanjutan
Kamu lebih suka kopi Arabica atau Robusta?
Baru-baru ini tim YIDH mengunjungi perkebunan, koperasi, dan pusat pengolahan kopi di Takengon, Aceh untuk mengeksplorasi peluang kerjasama dalam mendukung rantai pasok kopi berkelanjutan dengan beberapa mitra.
Punya ketertarikan akan rantai pasok berkelanjutan & ingin berkontribusi dalam transformasi pasar di Indonesia?
Kami membuka kesempatan untuk para profesional untuk bergabung dg tim kami u/ Senior Program Development Manager.
https://t.co/967da98quw
#lowongankerja#karir
Salam hangat kami dari Aceh Tamiang dan Aceh Timur!
Minggu lalu, bersama-sama dengan delapan belas peserta perwakilan dari perusahaan swasta dan organisasi masyarakat, kami berkesempatan untuk mengunjungi Aceh Tamiang dan Aceh Timur, ...
untuk melihat secara langsung capaian dari PPI Compact di Aceh Tamiang, yang dimungkinkan melalui kerjasama multi pihak dalam mempromosikan produksi kelapa sawit berkelanjutan oleh petani swadaya di Kab. Aceh Tamiang.
Rencana sub-landscape ini akan meliputi kawasan untuk produksi berkelanjutan, perlindungan serta rehabilitasi kawasan, pengembangan model bisnis baru, dan mempromosikan penghasilan yang lebih baik bagi petani mandiri.
Tim YIDH baru saja mengunjungi perkebunan kelapa sawit IOI di Ketapang, Kalimantan Barat.
Dalam kunjungan kali ini, kami mengeksplorasi potensi kerjasama dengan IOI.
Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung produksi sawit berkelanjutan serta mendukung usaha-usaha untuk perlindungan kawasan hutan dengan mengembangkan rencana sub-landscape di Ketapang.
Want to get to know IDH better? We share a monthly newsletter about how we are working to shift the markets’ focus toward the long-term for the public good.
Sign up to hear from us: https://t.co/59BlaKKYRw
#Newsletter#InCaseYouMissedIt
Yayasan Inisiatif Dagang Hijau kini hadir dengan logo baru.
Terinspirasi dari tetesan air yang dapat menciptakan riak, kami percaya setiap perubahan, sekecil apapun, dapat mentransformasikan keseluruhan sistem.
https://t.co/5zRkW02NsD
Program SLV akan dapat mendukung kehidupan komunitas lokal dan petani dari enam desa di Aceh Singkil melalui peningkatan kapasitas, mendukung adaptasi tata cara pertanian yang berkelanjutan, dan mendukung opsi-opsi mata pencaharian untuk ketahanan hidup yang lebih baik.
Disaksikan Drs. Azmi, MAP, Sekda Aceh Singkil, dan Kepala Bappeda Aceh Singkil, Ahmad Rivai, SH, kami menandatangani MoU dg Apical, menginisiasi PPI Compact di Aceh Singkil. Target PPI Compact akan tercapai terutama melalui salah satu program utama: Sustainable Living Village.
PPI Compact, yang sedang diimplementasikan di Aceh Tamiang, terbukti sebagai model efektif yang dapat dikembangkan secara lebih luas untuk mendukung inisiatif Prov. Aceh dalam mempromosikan kelapa sawit berkelanjutan di dua belas kabupaten sumber rantai pasok kelapa sawit di Aceh