Ketika Negara Memelihara Kebodohan dan Kemiskinan
Jika kalian masih ingat dengan esai saya yang berjudul “Bagaimana Jika Kemiskinan dan Kebodohan Sengaja Dipelihara?”, mungkin kalian akan menemui konteks yang sama pada esai kali ini. Namun, saya lebih mengedepankan data dan tetap menggunakan provokasi dalam esai kali ini, kenapa?
Karena menurut saya, orang-orang yang dimanfaatkan harus sadar, bahwa “kemiskinan” dan “kebodohan” mereka adalah bukti gagalnya negara dalam rangka mensejahterakan rakyatnya. Dan, ya, kemiskinan dan kebodohan yang dipelihara itu hingga saat ini masih saja berjalan, bahkan di depan lensa kamera yang beredar luas di media sosial.
Indonesia, sebuah negeri yang katanya merdeka, namun rakyatnya masih saja terbelenggu dalam jerat kemiskinan dan kebodohan yang tak kunjung usai. Di bawah langit kelabu Jakarta, anak-anak bertelanjang kaki mengejar sisa harapan di antara tumpukan sampah, sementara ibu-ibu mereka mengantri demi segenggam beras dan sebotol minyak goreng.
Ya, kita bicara tentang Indonesia, tanah air yang katanya kaya raya, tapi penuh luka. Di sini, negara tak lagi menjadi pelindung, melainkan dalang yang dengan cerdik memelihara penderitaan rakyatnya sendiri.
-Sebuah Esai-
@killtheirjoyyy @tanyarlfes@ShopeeCare kalo di Pontianak dapet info dari ordal, katanya anak2 gudang suka nyolong.... saya juga pernah dinyatakan hilang, diganti 80rebu, padahal pas beli live dapat bonus banyak.
gudangnya di perketat dong !! @ShopeeID@ShopeeCare
GOLDEN MEMORIES ⏳
Indahnya generasi Yang lahir Tahun 1960-2000an
(yg usianya skrg 20an - 50an tahun)
Sekedar anda tahu.
Boomer, millenial, Gen Z awal
Yuk Simak, Jangan Malas Membaca!!😁☝🏽
Karena ini hanya terjadi di generasi kita 😊🥰
A Thread 📝_