Setiap 21 April lo dandan kebaya, foto-foto, caption "Selamat Hari Kartini."
Tapi lo pernah nggak nanya: kenapa bukan 4 Desember?
Kenapa bukan Hari Dewi Sartika?
Jawabannya bukan soal siapa yang lebih berjasa. Jawabannya soal siapa yang lebih berguna buat penjajah
Bacalah sampai habis.
Barusan banget lewat kebon sirih, ternyata gedung Badan Gizi Nasional di’segel’. Makasih masyarakat yang beraksi, aku bantu bunyii n klakson tadi!!!
cc : maureenicious
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
🇨🇴🇦🇷 Gustavo Petro asks the question the West does not want answered.
"If Argentina is an exporter of quality meat, why can't Argentinians eat quality meat and are stuck eating donkey meat?"
That is not just a question about Argentina. That is a question about the entire Global South.
Countries rich in resources. Oil. Gold. Lithium. Cocoa. Coffee. Beef. Yet their own people cannot afford what they produce.
Argentina exports premium beef to Europe and China. Argentinians eat donkey meat.
Nigeria exports oil. Nigerians queue for hours for subsidized fuel.
DRC exports cobalt. Congolese miners live on less than $2 a day.
Ghana exports cocoa. Ghanaian children have never tasted quality chocolate.
The system is designed to extract, not to feed. Produce for the West. Starve at home.
Petro is right. This cannot happen in Colombia. And it should not happen anywhere in Africa or the Global South.
The question is not why Argentinians eat donkey meat. The question is who profits from that arrangement.
It's time to change the answer.
"Pinjol kenapa ga dibubarkan? Korban banyak yg bund*r, bahkan terakhir ada nasabah yg diorder fiktif damkar & ambulance sama DC."
Kamu tau AFPI? Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia. Organisasi resmi yg ditunjuk dari OJK.
Susunan Pengurus AFPI siapa aja? Mostly hampir anggota pengurus AFPI dari pihak PINJOL tersebut.
Jadi no wonder ya, kalo ada bbrp laporan terkadang dibalas dengan template — dan ketika pihak "pinjol" ngeles kalau DC itu bukan dr pihak mereka. AFPI dan OJK langsung ngga ngelanjutin lg casenya 🤪
Berikut list Susunan Pengurus AFPI yg merupakan mereka employee dr Pinjol ⬇️⬇️⬇️
🇷🇸🗣️ Former Dortmund defender Neven Subotic: "In fact, my assets will soon be used up, yes. I have donated around 4 million euros and work on a voluntary basis. I played professional football for 14 years, but my salaries were gross. And I have not had so many outstanding years with a million salary. That was at BVB for a while. That is why corporate partnerships are so important: they help to bear the foundation costs and thus the foundation with me." (@welt)
Context: Subotic promotes drinking water projects in East Africa with his foundation. He founded the Neven Subotić Foundation in 2012, which works on the human right for access to clean water. ❤️👏
@Jakartalk Di tahun 2026, kondisi dunia yang udah ga karuan, Hak Veto masih berlaku buat kepentingan negara-negara "adidaya".
So, in the end.
We would never served with justice because we failed to provide equity and equality.
🟥🟩⬛ We need to talk about NEC Nijmegen — the most entertaining team in Europe.
🇳🇱 Sitting 3rd in Eredivisie, they have scored 74 goals in the league this season. Only four clubs in Europe's big leagues have scored more:
▪️ 105 — Bayern Munich
▪️ 84 — PSV Eindhoven
▪️ 84— Barcelona
▪️ 75 — Inter Milan
They've conceded 48 too, with only the teams in the Eredivisie relegation battle more leaky.
▪️They've scored 3+ goals 13 times.
▪️They conceded 3+ goals 7 times.
🧠 It all comes down to their relentlessly attack-minded coach, Dick Schreuder.
Schreuder plays an ultra-attacking, high-risk, and high-reward style of football, characterised by a very fluid 3-4-2-1 formation that often shifts into a 3-2-5 shape. That's right, 5 up front.
🏆 NEC Nijmegen face AZ Alkmaar in the KNVB Cup Final on Sunday. We cannot wait.
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
"Budaya Kerja Sambilan di Berbagai Negara"
Bayangin lo masih pelajar SMA atau mahasiswa semester awal.
Uang saku pas-pasan, pengen beli laptop baru atau traktir gebetan, tapi orang tua bilang “fokus sekolah aja”.
Di Indonesia, nyari kerja sambilan (part-time) buat pelajar kayak nyari jarum di tumpukan jerami.
Lowongannya jarang, dan kalau ada pun biasanya diprioritaskan buat yang sudah lulus.
Kenapa ya? Padahal di negara lain, anak muda kerja sambilan itu hal biasa. Mari kita bahas ceritanya…😒👇
Israel dropped bombs on UN peacekeepers in Marjayoun, South Lebanon.
Two Indonesian UNIFIL soldiers were killed.
Their bodies were retrieved today.
Blue helmets. UN uniforms. Peacekeepers. Killed anyway.
Kick Israel out of the UN.
I strongly condemn Sunday’s incident during which an Indonesian peacekeeper of @UNIFIL_ was killed amidst hostilities between Israel & Hizbullah. Another Indonesian peacekeeper was seriously injured in the same incident.
My deepest condolences to the family, friends & colleagues of the peacekeeper who died & to Indonesia. I wish a full & fast recovery to the injured peacekeeper.
This is just one of a number of recent incidents that have jeopardized the safety & security of peacekeepers.
I call on all to uphold their obligations under international law & to ensure the safety & security of @UN personnel & property at all times.
Kōzō Okamoto was a Japanese revolutionary who joined the Japanese Red Army and fought against the Israeli occupation in the 1970's.
In 1972, he took part in the Lod Airport operation in Israel, in coordination with the PFLP – General Command. He was captured and sentenced to life imprisonment.
In 1985, he was released in a prisoner exchange and moved to Lebanon, where he was granted political asylum. Protected by Palestinian factions, he spent the rest of his life as a symbol of international solidarity with Palestine.
He once declared: “I gave my youth to the Palestinian cause. As long as there is oppression, resistance is not only a right, it is a duty.”
The greatest taunt in derby history.
Eighteen years ago, in 2006, Olympique Lyonnais were getting ready to celebrate their fifth consecutive league title in front of their home supporters, with three matches still left to play. The occasion was made even more special because it came against their fiercest rivals.
On 30 April, Saint-Étienne’s players would probably have preferred to be anywhere other than Lyon. The home fans had already promised a colourful celebration for their team’s latest triumph.
There were even rumours that the Lyon players themselves had something planned to add to the occasion.
They certainly lived up to the talk. All eleven Lyon players walked onto the pitch with their heads painted blue, white and red, the colours of the club. The humiliation was not only visual either, as the reigning champions went on to dismantle their rivals with a dominant 4–0 victory.
A taunt that has gone down in derby history.
Katanya iblis dan syetan dibelenggu saat ramadhan, ternyata peran setan dan iblis malah diganti oleh manusia biadab yg tega bunuh siswa usia 14 tahun. Kawal kasus ini. Sudah terlalu banyak nyawa yang hilang ditangan oknum aparat biadab! Nanti kalau rakyat marah dituduh provokasi dll. Emang SETAN kalian semua. DAJJAL!
When you realise Arsenal are about to win the league… and now you’ll have to hear their fanbase compare Saka to Messi, Gabriel to Maldini, Martinelli to Ronaldinho, Madueke to George Weah and Arteta to Pep.
Tau ga, dulu Menteri Agama RI pernah ngegali area sekitar prasasti Batu Tulis Bogor buat cari harta karun yang konon bisa lunasin hutang negara. Tapi dia ngelakuin itu cuma berlandaskan omongan dukun yang dia percaya.
sebuah utas