Salah satu kritik dalam kerusuhan Mei 1998 adalah lambatnya respon ABRI. Pada puncak kerusuhan tanggal 14, Panglima ABRI Wiranto malah membawa pejabatnya berangkat ke Malang untuk upacara.
Setelah Presiden Soeharto pulang dari Mesir, barulah ABRI bergerak memadamkan kerusuhan.
Seolah ada pembiaran kerusuhan sebagai prakondisi untuk memaksa mundurnya Soeharto. TGPF menyebutkan bahwa kerusuhan tidak terjadi secara spontan, melainkan ada provokator yang datang dengan truk, memicu massa untuk menjarah atau membakar, lalu menghilang begitu saja.
Saksi mata di beberapa mal yang terbakar melaporkan melihat pria-pria berambut cepak, berbadan tegap, dan menggunakan sepatu bot militer yang memandu massa untuk menjebol pintu mal atau menyiramkan bensin. Seperti tragedi di Plaza Sentral Klender yang menewaskan ratusan orang, saat mereka masuk dan menjarah, mal dibakar dan dikunci dari luar.
Para pemimpin militer yang bersaing saat itu, yaitu Panglima ABRI Wiranto dan Panglima Kostrad Prabowo Subianto sama-sama membantah bahwa mereka merencanakan atau membiarkan kerusuhan.
Lihat gilanya hukum di Indonesia ini pak @prabowo@habiburokhman@BennyHarmanID.
Bayangkan seorang yg berjasa bantu negara mensejahterakan rakyat malah didzolimi seperti ini sama negara.
Rekor tuntutan 28 tahun unk seorang yg terbukti ga terima uang sepeserpun melebihi pembunuh dan teroris.
Uang pengganti melebih harta, kemarin yg jelas terbukti terima uang malah ga dimiskinkan.
Hukum asu....!
Unik, konvoi pakai bendera prabowo-gibran hanya karena gak suka PSS. Apa mereka gak ikut dinamika negaranya sendiri ya. Padahal, rupiah kita lesu, mbg bikin ribuan orang keracunan. Rezim ini nepotisme, kkn dan militerisme subur. Turut berduka atas nalar yang hilang, oalah pantes.
🔥 GIVEAWAY TEBAK SKOR🔥
PSS Sleman vs PSIS Semarang
Yuk ramaikan dan menangkan total 6 hadiah menarik! 🎁🔥
🏆 Hadiah:
🐐 1 Hadiah Utama: 1 ekor kambing
🎟 5 Voucher Belanja Kambing senilai Rp200.000 di Abadi Farm
📌 Cara Ikut:
1️⃣ Follow Instagram @abadifarmyogyakarta
2️⃣ Follow TikTok @abadifarmyogyakarta
3️⃣ Tag 3 orang temanmu
4️⃣ Tulis prediksi skor pertandingan di kolom komentar di akun TikTok abadi farm
"Jawaban akan kami tutup saat peluti kick-off berbunyi"
📢 Pengumuman pemenang akan diumumkan di akun @TheShooter_id
Jangan sampai ketinggalan, buruan ikutan sebelum kick-off! ⚽🔥
Simpan dulu flare, smoke, dan kembang api untuk perayaan yg sebenarnya. Tahan hasrat itu sejenak, selain penentu nasib kita menuju Super League, esok juga penentu bagaimana kita dapat menjalani partai final.
BREAKING: SKANDAL HUKUM INDRAMAYU! KAKI TERDAKWA DIPATAHKAN POLISI, JPU TAKUT HADIRKAN SAKSI KUNCI! 😱
"Saya bukan pembunuh, kaki saya sengaja dipatahkan biar mengaku!"
Itulah teriakan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan 1 keluarga di Paoman, Indramayu. Sambil merangkul wartawan—karena kakinya sudah hancur—Ririn membongkar konspirasi keji yang menghentakkan nurani.
YANG MEMBUAT BANYAK ORSNG TERBELALAK:
1. Sadisnya "Pengakuan" Palsu
Polres Indramayu diduga mematahkan kaki Ririn agar mengaku sebagai pembunuh. Padahal saat pembantaian terjadi, Ririn TIDAK ADA DI TKP. Sidik jarinya ada karena ia bertamu sebelum & sesudah kejadian—bukan saat eksekusi.
2. JPU Kabarkan Ketakutan
Saksi kunci, Priyo Bagus Setiawan, keburu buka suara: Pelaku sesungguhnya adalah Hardi & Yoga, otaknya Aman Yani (motif utang Rp120 juta). Namun Jaksa Penuntut Umum TIDAK MAU menghadirkan Priyo di persidangan. Alasannya? Takut kebongkar bahwa Ririn hanyalah korban salah tangkap!
3. Ironi Mencari Keadilan
Ririn sampai merangkak ke wartawan karena suaranya berusaha dibungkam. Kakinya patah, jiwanya terluka, tapi semangatnya membakar. Ia berani melawan meski tubuhnya hancur.
4. Ancaman Besar:
Jika pria tak bersalah ini dipenjara, maka pembunuh asli masih bebas. Bayangkan, keluarga korban pun tak dapat keadilan sejati.
PERTANYAAN BESARNYA UNTUK POLRES INDRAMAYU & JPU:
"Jika dakwaan Anda benar dan bukti kuat, kenapa takut menghadirkan saksi kunci? Hadirkan Priyo! Biar terang benderang!"
Ririn bukan pembunuh.
Dia hanya tamu yang salah waktu.
Dan kakinya dibayar dengan harga yang terlalu mahal.
Jangan biarkan orang tak bersalah membusuk di penjara sementara para pembunuh sejati tersenyum bebas!
Indramayu butuh jawaban, bukan luka lagi!