Mirip dengan pemerintah kolonial Belanda ketika memutuskan mendirikan sekolah kedokteran dan teknik di Hindia Belanda: untuk menyediakan tenaga kerja murah.
Pemerintah kolonial sangat membatasi ilmu-ilmu sosial, hukum, atau politik pada masa awal karena dianggap berbahaya. Ilmu sosial dapat memicu pemikiran kritis tentang kesetaraan, hak asasi, dan kedaulatan negara.
Membangun infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan) dan menjaga kesehatan masyarakat membutuhkan tenaga ahli. Mendatangkan ahli dari Eropa sangatlah mahal. Oleh karena itu, Belanda mendirikan sekolah seperti STOVIA (kedokteran) dan Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) untuk mencetak tenaga 'tukang' dan 'asisten' tingkat tinggi dari kalangan pribumi yang bisa digaji lebih rendah daripada tenaga kerja berkulit putih.
Pendirian sekolah kedokteran diawali oleh maraknya wabah penyakit seperti cacar dan pes di abad ke-19. Wabah ini tidak hanya menyerang pribumi, tetapi juga mengancam populasi orang Eropa dan produktivitas perkebunan yang menjadi sumber kekayaan Belanda. Para 'dokter Jawa' awalnya dilatih khusus sebagai mantri cacar untuk menjaga stabilitas kesehatan buruh di sektor-sektor ekonomi penting.
Setelah diberlakukannya UU Agraria 1870, modal swasta asing masuk besar-besaran ke Hindia Belanda. Muncul pabrik gula, perkebunan teh, tembakau, dan pertambangan yang membutuhkan penerapan teknologi. Sekolah teknik didirikan untuk memastikan mesin-mesin industri dan jalur kereta api tetap beroperasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengiriman teknisi dari Belanda.
Inilah pendidikan yang relevan dengan industri pada masa kolonial.
๐ท KITLV / Leiden University Libraries
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Mad emperor declares his power is greater than Jesus and attacks the pope. In his avarice he invades Persia causing his downfall.
Welcome back, Julian the Apostate
@KuntoAjiW Jadi ngebayangin kalau punya Mbappe.
Eh Mbappe, sini dah, tolong lu beliin gua granita di warung madura sebelah ya.
Lalu Mbappe berlari-lari kecil sambil sesekali juggling bola menuju warung di ujung jalan.
Ah, indanya.
percakapan suami istri :
๐ฉ๐ป: tau ga, harga kopiko 78 yg dulunya cuma 7rb trus naik 8,5rb skrg jadi 9,9rb.
Apalagi golda, pas baru2 keluar harganya cuma 3rb trus naik 4,5rb skrg udah di 5,9rb. Semua pada naik๐ญ
๐ฆ๐ป: km tau apa yg ga naik? Gaji ku
๐ฉ๐ป๐ฆ๐ป: ๐ญ๐ญ๐ญ *nangis brutal bersama
suka bgt khotbah hari ini: love is not supposed to be efficient. ada alasan knp alih2 menciptakan manusia 100% taat, Tuhan menciptakan manusia dgn free will dan menyiapkan rencana keselamatan. ada alasan knp Tuhan bikin 5 roti dan 2 ikan instead of TRING! semua kenyang. its LOVE!
Eh gila ya itu kontaminasi bakterinya gimana anjir NYUCI AYAM DI SAMPING WC UMUM, WC UMUM!! AYAM MENTAH GABOLEH DICUCI KOCAKKKK! Ini malah nyuci di samping WC. Masa iya "sekelas" SPPG gatau cara ngolah ayam yg bener?? Gimana ga pada keracunan kalo PENGOLAHANNYA BEGINI?!
Guys Jusuf Kalla baru bicara dan ada beberapa angka yang gw rasa penting banget untuk lo dengar.
JK bilang defisit di atas 3% itu berbahaya.
Dan dia benar secara prinsip fiskal.
Semakin besar defisit semakin besar cicilan dan bunga utang yang harus dibayar.
Kalau porsi utang terhadap anggaran sudah 40 sampai 50 persen negara tidak punya ruang gerak. Semua uang habis bayar utang.
Tidak ada yang tersisa untuk bangun apapun.
Tapi ada satu angka lain yang JK sebut yang justru lebih mengkhawatirkan gw dari soal defisit itu sendiri.
Transfer ke daerah.
Dulu 30 persen dari total pengeluaran pemerintah mengalir ke daerah.
Sekarang tinggal 17 persen.
Dipotong hampir setengahnya.
Dan ini yang perlu lo pahami konsekuensinya secara nyata.
Pendidikan di daerah itu dibiayai sebagian besar dari transfer pusat ke daerah.
Kesehatan juga.
Infrastruktur jalan kabupaten juga.
Kalau transfernya turun dari 30 ke 17 persen itu bukan angka abstrak.
Itu guru yang tidak digaji tepat waktu di pelosok. Puskesmas yang kekurangan obat.
Jalan kabupaten yang rusak dan tidak diperbaiki.
Jakarta mungkin tidak terlalu merasakan.
Tapi 500 lebih kabupaten dan kota di luar Jawa mereka merasakan langsung.
Dan ini terjadi di saat yang sama dengan kondisi paling berat dalam beberapa tahun terakhir.
Harga bahan pokok naik perlahan mengiris penghasilan.
Rupiah di 17 ribu.
Subsidi energi membengkak.
Dan pemerintah pusat sendiri sedang kehabisan ruang fiskal.
Jadi situasinya begini.
Pemerintah pusat keuangannya tertekan jadi potong transfer ke daerah.
Daerah keuangannya tertekan jadi potong layanan publik.
Rakyat di daerah yang menanggung dalam bentuk sekolah yang kekurangan, jalan yang rusak, dan puskesmas yang minim.
JK bilang daerah adalah kumpulan dari negara.
Dan kalau kumpulan itu melemah negaranya yang melemah.
Defisit boleh dijaga di bawah 3% di atas kertas.
Tapi kalau caranya adalah memotong yang langsung menyentuh rakyat paling jauh dari Jakarta angka yang cantik di laporan keuangan itu dibayar dengan harga yang sangat mahal di lapangan.
"Mau ngelakuin adegan dewasa nggak?" ucap bu Sari begitu kami sampai di depan pintu kontrakannya.
"Tapi aku belum pernah..." ujarku gugup dan ragu.
"Udah gapapa. Nanti ibu ajarin sampe bisa." ia meraih tanganku, mencoba meyakinkanku.
"Ayo, ga usah takut. Malu loh, kalo ga bisa," ucapnya setengah memaksa sambil tanganku ditariknya.
Jujur, baru di umur segini ada yang mengajakku melakukan hal seperti ini, sama cewek yang lebih tua lagi. Aku ragu, takut, tapi deep inside ada rasa penasaran juga. Kalo bukan sekarang, kapan lagi coba, pikirku. Apalagi ada yang mau ngajarin.
*
"Pertama buka ini dulu. Nah, terus masukin di sini. Bukan... bukan di situ, agak bawah dikit," dengan telaten bu Sari mengajariku.
Aku melakukan semua yang diperintahkannya. Step by step. Setengah jam terlewat tak terasa, dan kami hampir tiba di penghujung cerita.
"Gimana, lega kan sekarang?" ucap bu Sari sembari tersenyum manja.
Aku melihat ke luar jendela. Kutarik nafas panjang dan berkata lirih, coretax anjing.
@MiskinTV_ Yg mereka liat:
Keren bet nih gw, bisa menyajikan menu mejikuhibiniu beginiii, mana banyak lagi, pasti semua orang bakal muji
Yg gw liat:
Gula gula gula gula gula gula gula gula
Ini mah bukan MBG. Ini MWDP makanan warung dibayarin pajak
Alih-alih bandeng presto, kakap fillet, dada ayam, daging sapi matang yang dikemas vacum terstandardisasi supaya daya tahan panganannya lebih awet, penerima manfaat embege malah disodorin donat Jco dengan topping full gula begini.
Tau kenapa alasannya?
Karena embege dibikin tidak hanya menyasar pada masyarakat miskin, tapi dipaksakan pada semua kelas masyarakat. Hal ini jelas bikin anggaran jauh lebih bengkak, boncos, budget perporsi menjadi minim, seminim-minimnya, ahli gizi sulit untuk melakukan improvisasi menu bernutrisi, dan yayasan pemilik kubangan lumpur (SPPG) menjadi lebih semena-mena, sakkarepe dewe.
Atas dasar itu juga mereka memanfaatkan celah pengalaman hidup miskin anak-anak sekolah yang ortunya tak pernah membelikan mereka jajanan-jajanan mahal, sekalipun jajanan itu tidak sesuai standar nilai gizi. Ini jahat banget sih sebetulnya. Karena ini program super prioritas, mereka merasa mendapat impunitas dari negara.
Kedengarannya sederhana, ya? Tapi hal sesederhana ini bakal ditolak mentah-mentah sama naluri buzzer embege. Mau heran, tapi ya namanya juga buzzer. ๐คท๐ปโโ๏ธ
"Owner Bibi Kelinci Jadi Tersangka Usai Unggah Rekaman CCTV Pencuri Restorannya ke Medsos" - Kompas
WOI INI KOK PERSIS KEK YG ADA DI BUKU PELAJARAN B. INDO GUA DULU๐ซ
Privilege itu gak selalu duit.
Dulu gw bingung kok cewek gw gamau naik Taksi Online. Selalu Ojol, padahal panas.
Ternyata gara2 dia takut dilecehin kalo naik Mobil.
Sedangkan gw ngerasa nyaman & aman kalo naik Taksi Online ampe bisa tidur pules sampe ngorok.
That's privilege.