@vyowiz_ Betul-betul qurrota a'yun buat guru-guru. Plusnya lagi, mereka jadi lebih terbuka sama kesusahan mereka, jadi kita sebagai guru juga jauh lebih gampang buat bantu atau mengarahkannya. 🫶🏻
@vyowiz_ Bener banget, kelihatan sekali. Pengalaman 3 tahun jadi walas SMA, anak-anak yang secure di rumah tuh biasanya kelihatan dari kecerdasannya, sopan santun ke guru, cara komunikasi yang enak, sampai pergaulannya yang adem dipandang.
﴿وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ﴾
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Berhentilah bersikap murung dan pesimis sepanjang waktu. Berhentilah melihat sisi buruk dari segalanya
berhentilah mengeluh terus menerus
berhentilah mengkritik segala hal
berhentilah bersikap sinis
Berhentilah mengeluh dan mulailah bersyukur
berhenti mengeluh bahwa anda telah sakit selama seminggu dan mulailah berbahagia karena anda tidak lebih sakit daripada orang lain. Mulailah bersyukur
niscaya Allah akan menambah, menambah dan menambah karena itulah janji-Nya
Berhentilah mengeluh dan mulailah bersyukur
Berhenti mengeluh bahwa anda telah sakit selama seminggu dan mulailah berbahagia karena anda tidak lebih sakit daripada orang lain. Mulailah bersyukur
Niscaya Allah akan menambah, menambah dan menambah karena itulah janji-Nya
Berhentilah bersikap murung dan pesimis sepanjang waktu. Berhentilah melihat sisi buruk dari segalanya
Berhentilah mengeluh terus menerus
Berhentilah mengkritik segala hal
Berhentilah bersikap sinis
Hargai orang-orang yang disekitar anda
Orang tuamu, gurumu, sekolahmu, kesehatanmu, fisikmu ...
Berhentilah mengatakan anda terlalu gemuk, terlalu pendek, terlalu kurus.
Allah itu luar biasa.
Tidak ada yang menghargai usaha mu kecuali Allah. jadi, jangan remehkan usaha mu gara-gara diremehkan orang lain, orang-orang tidak menghargai kerjamu membuatmu merasa "mungkin itu hal sepele"
Justru sebaliknya, itu bernilai disisi Allah🤍
Bukankah salah satu alasan terberat untuk move on dan melupakan seseorang adalah karena hati yang sudah terkoneksi? dan koneksi itu dibangun oleh kebersamaan dan ketergantungan.
Hati kita bartaut dengannya karena kita menjadikan dia tempat berbagi keluh kesah dan kebahagiaan, teman diskusi banyak hal, teman komunitas setiap harinya.
Jika kita begitu mudah untuk jatuh cinta kepada manusia, mengapa begitu sulit melakukannya kepada Allah?