Mungkin anda semua mudah lupa, tapi saya ingatkan lagi: Kerusakan pendidikan yang diakibatkan program merdeka belajar jauh lebih besar dampaknya dari sekedar korupsi Chromebook.
Tapi melalui Korupsi Chromebook, kita mendapatkan panorama bagaimana jaringan ini bekerja, bagaimana yayasan (yang pernah terlarang disebutkan namanya) ini membagi peran dalam platform, kurikulum, dan menjadikan guru sebagai garda terdepan agen siar kebijakan merdeka belajar.
Eksploitasi guru yang dilakukan era Nadiem, diseleksi, dikumpulkan, dilatih di Jakarta untuk membela kebijakan pendidikan yang memenuhi Tiktok dan instagram telah menghancurkan watak guru sehingga profesi guru berada pada titik terendahnya: melanggar etika, menjadikan kelas sebagai ruang konten publik, anak sebagai figura dan meninggalkan tugas utama mereka untuk mengajar.
Kejahatan ini jauh lebih berbahaya, karena mengadu domba guru, membuat kasta baru GKK, dan memisahkan; sehingga guru-guru yang jelas akan kehilangan sertifikasi guru sebab pasal-pasal tunjangan guru hilang, secara paradoks mendukung orang yang akan menghapusnya. Ini adalah bentuk alienasi paling sempurna yang dialami profesi guru.
Aktor-jaringan ini, tidak punya kendala moral untuk kembali menggunakan guru sebagai pion pembela mereka dan mengeksploitasi guru menjadi penambang data anak. Jika anda pikir itu hanya persoalan guru, saya perlu membawa berita buruk: para guru ini adalah guru yang mungkin akan mengajar anak-anak anda semua, yang sampai hari ini anak-anak kita mengalami masalah literasi dan numerasi dasar yang sangat parah dan sulit diobati.
Jika seandainya dosa tersebut bisa dikonversi menjadi pidana, tuntutan jaksa untuk korupsi Chromebook hanyalah bagian kecil dari buku hitam merdeka belajar.
Jika anda berfikir mengungkap kembali kerusakan pendidikan oleh Nadiem Makarim adalah hal yang harus dibedakan dari kasus Korupsi Chromebook, anda salah besar, sebab korupsi Chromebook bagian dari besarnya kerusakan pendidikan era Merdeka Belajar, yang mungkin tidak bisa semuanya diadili dalam peradilan kita.
Ya Allah terima kasih ya udah bikin hidup campur aduk begini. Memang bikin stres, tapi seru. Sekali lagi, terima kasih untuk bikin diri ini menjadi orang yang lebih sadar. Lindungi perjalanan hidupku terus yak ya Allah. Aamiin.
Hari ini capek banget. Seharian full berantem sama anak kostan ortu gue dan dengar kabar temen baik gue yg udah lama lost contact ternyata sudah meninggal setahun lalu. Dari tadi isi kepala gue ga berenti untuk aktif, marah + sedih jadi satu. Capek baget ya Allah.
Ini barusan sampe rumah langsung menditasi bentar untuk nenangin diri, maafin diri ini yang udah buang energi ke orang gila itu. Terus di sisi lain gue lagi stres sama hal yang sedang gue perjuangin, tiba-tiba Bia ngirim sebuah postingan yang menenangkan hati banget.
Tapi ternyata Allah tuh bener-bener selalu lindungin umatNya ya. Gue dibikin jadi manusia yang mampu nurunin ego, waras dan stop kemarahan ke orang kurangajar itu serta rasa sedih ke almarhum diubah jadi doa yg tenang buat dia.
Iya tau, menjalani hidup setelah ditolak itu ga enak banget. Tapi dengan sadar masih mau nerima kesempatan dari Allah untuk punya harapan baru dan berusaha lagi itu skill. Ga semua orang bisa.
Kalo kamu bisa, plis banget you have to be grateful right now!
"kapan nikah? jangan lama-lama, inget orangtua..."
"iya tante doain ya cepet laku heheheh"
lalu kamipun makan-makan sekeluarga besar dan sibuk haha hihi dan menutup hari dengan kenyang dan kenangan yg menyenangkan