Kepikiran bikin cerita fiksi.
----
Premis:
Seorang bapak, kepala keluarga, tiap malam nongkrong di panggung dangdut kampung. Nyawer.
Awalnya receh.
Lama-lama jutaan.
Sampai ngutang koperasi.
Di rumah:
Anak 4 orang
SPP nunggak
Istri gali lubang tutup lubang
Utang warung menumpuk
Tapi dia merasa dirinya benar.
Konflik:
Istri menegur.
“Itu uang buat sekolah anak, Pak.”
Dia marah.
Merasa tidak dihargai.
Merasa dizalimi.
Lalu dia bikin status di Facebook:
“Saya dituduh menghamburkan uang buat nyawer. Padahal itu uang hasil penghematan dari jajan anak dan belanja makan.”
Netizen terbelah:
Ada yang simpati
Ada yang menghujat
Rasionalisasi:
“Kalau uangnya saya kasih ke rumah, nanti juga habis dikorupsi keluarga saya. Mending saya sawer. Jelas transparan. Saya lihat langsung hasilnya. Penyanyinya senang.”
----
Menurut kalian, ending yang paling realistis buat cerita ini apa ya?
Memanglah, sebaik2 rencana manusia tetep ga akan berjalan kalo kata Allah "engga" 🥲
Ceritanya nginep di rumah mertua biar today perpisahan anak berangkatnya lebih deket. Ealah malah semalam Asiyah muntah 3x, pagi ini anget dikit. Yasudalah~~ masih ada TK B 😂