Ini menarik banget buat bahan kajian, terutama mungkin buat temen2 ekonomi atau kebijakan publik gitu, soalnya hitung-hitungannya udah dibikinin di simulator, kita tinggal masuk2in data dan besaran coverage yg kita rasa ideal. Cobain cek deh.
Saya awalnya nggak kebayang, masa sih bisa? Sanggup nggak negara kita gitu? Ternyata pas dihitung pakai simulator itu, costnya kelihatan dan jadi terbayang bahwa ini sangat mungkin! Tinggal mau nggak?
Makanya sarannya adalah, maternity leave (juga nanti nyambung ke paternity leave, terus childcare and early education) itu publicly funded. Kontribusi sosial kayak BPJS gitu lah bayangannya. Mayoritas negara lain juga semua arahnya kesitu (kecuali US ya, blehh).
Selama ini kan cuti melahirkan di Indonesia itu costnya 100% ditanggung pengusaha ya. Menurut riset ILO, kebijakan seperti ini nggak enforceable karena berbasis “will” pengusaha. Terbukti di Indonesia, pekerja yg benar2 menikmati paid maternity leave itu masih sangat terbatas.
Habis mendampingi capacity building economic care, jadi belajar simulator economic care yg baru diluncurkan ILO. Tools powerful untuk bantu menghitung berapa biaya yg diperlukan kalau negara mau nambah coverage untuk, misal, menanggung cuti melahirkan. https://t.co/Ala3BWhoj0
Kalau pengusaha tidak membayar gaji itu bisa kena pidana lho… kalau terlambat bisa kena denda.
Apa konsekuensi jika pemprov yang menunggak bayar honor?
Tidak pernah membayangkan akan melakukan hal-hal menyenangkan seperti ini lagi. Setelah 11 th bersenang-senang dg Bait Kata Library, sekarang waktunya dg Bait Kata School. Matur nuwun..
Permenaker ini mengkonfirmasi kekhawatiran saya saat muncul Permenaker 2/2021 yg melegalkan pemotongan upah dengan alasan perusahaan merugi karena Covid.
Khawatir apa? Kalau2 kebijakan ini jadi preseden justifikasi pemotongan upah diluar alasan yg diatur di PP Pengupahan.
Baru baca Permenaker 5/2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan pada Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor yg Terdampak Perubahan Ekonomi Global.
Isinya lagi-lagi melegalisasi pemotongan upah dengan alasan “adanya perubahan ekonomi global”???
Laporan pertama series liputan #MerekaJugaPekerja.
Di sini kami berusaha memetakan beberapa permasalahan kerja perawatan alias ‘care work’ yang masih belum dapat gaji dan tunjangan layak.
Seminggu ini ditinggal pergi lebih dulu beberapa orang dekat. Entah kenapa rasanya nyesek sekali. Selamat jalan, mb Nina. Sugeng kondur, pak Santoso. Selamat berpulang, mb Lily Yulianti. Pada saatnya, sy akan mengikuti jalan pulang tsb.
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.
Berduka yg mendalam atas wafatnya Kiai Ali Yafie. Beliau pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU pada tahun 90an, sebelum digantikan oleh Kiai Ilyas Ruhiyat (pengasuh Pesantren Cipasung, Tasikmalaya).
Lahul Fatehah…
I study for a semester in Australia for exchange program. My first ever experience studying abroad.
I got D and failed the Tort course. It made me devastated and questions everything because I always scored high gpa in my home uni.
But this is what prepared me for grad school.