Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
Buat yang masih belum suka baca, plis baca guys. Krn membaca itu membantu mengembangkan neuron2 otak jdi kita akan memiliki logika dan emosi utk menemukan cara memecahkan masalah yg bisa digunakan dlm kehidupan sehari-hari. Plis, baca. Tahu kan org2 yg ga suka baca kayak apa.
gw baru nyadar kita emg forever student and forever a long-life learner ketika memutuskan untuk masuk ke FK.. apapun bidang yang akan kita tekuni nanti.. we're forever a long-life learner.. semoga Allah memudahkan setiap langkah yang kita lalui agar bisa jadi dokter yg kompeten.
@tanyarlfes KAK MAAF BANGET BUKAN NGGA MENGHARGAI TP BISA NGGA RAMEIN JUGA SOAL BERITA BANJIR DI ACEH, DISINI UDH DARURAT BANGET, DAN BELUM ADA BANTUAN MEMADAI, BANYAK BANGET YANG MASIH TERJEBAK DIRUMAH, SIGNAL HP NGGA ADA SAMA SEKALI, LISTRIK MATI, & AKSES JALAN PUTUS. MOHON BANTUANNTA YA