#intinyadeh Menteri Purbaya post peresmian Sekolah Rakyat & blg buat berterimakasih ke Presiden Prabowo.
TS komen: “yg lebih pantes diucapin terima kasih itu rakyat Indonesia, krn dananya dr uang rakyat”
Dikomen Eselon II Kementerian dgn plat mobil ZZH: “kyk lu bayar pajak aja”
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
Hobinya seremonial dan kasi sambutan.
Kalo dikritik, tersinggungan lalu gas ke wa pribadi menuju doxxing.
Kerja nomer dua, nama baik adalah utama
Kalo melaju pake kendaraan, harus dikasi jalan
Kalo berobat harus dikasi spot terdepan.
👍
Top KOE
SING LIYANE BENG2
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
Soal hotel ini… ada cerita menarik.
Jadi, Indonesia menerima pampasan perang dari Jepang pada tahun 1958.
Tahu ga berapa? $223,08 juta. Kalau pakai nilai dolar sekarang, itu sekitar 2,7 miliar USD.
Kalau dirupiahkan, totalnya : 45-46 triliun!
Sukarno dan Hatta berbeda pandangan tentang penggunaan pampasan perang ini.
Hatta : Pakai saja buat pendidikan dan pertanian dan membangun industri dasar
Sukarno? Well pake aja buat bangun SIMBOL-SIMBOL negara modern.
Apa itu? Hotel Indonesia, Sarinah, Wisma Nusantara, juga Hotel Samudra ini.
Hotel Samudera pun dikasih aroma mistis, seperti adanya ruang khusus buat ketemu "Nyi Roro Kidul"
Akhirnya apa?
Yep, Indonesia kehilangan momentum untuk membangun pendidikan dan industri dasar..
Dan memilih membangun simbol-simbol ketimbang substansi.
Pernah baca argumen bahwa “korupsi adalah pelumas ekonomi” (grease the wheels). Gagasan ini berangkat dari asumsi bahwa ketika birokrasi lambat dan regulasi berbelit, suap mempercepat proses sehingga investasi dan bisnis tetap berjalan.
Namun, puluhan tahun penelitian empiris justru menunjukkan sebaliknya. Dalam jangka pendek, suap mungkin mempercepat satu transaksi. Namun dalam jangka panjang, korupsi membuat seluruh mesin ekonomi bekerja lebih lambat, lebih mahal, dan lebih rapuh.
Dan ini yg mungkin terjadi saat ini di Indonesia?
Klaim batubara penyebab pemadaman bergilir ini asyik diulik. Crosscheck termudah ya dari data bongkar muat di pelabuhan.
Anehnya dari data gak muncul penurunan signifikan. Jadi penyebabnya apa? Isu ini jadi mau ditarik ke unsur duel elit politik kah? mau dibikin keos? Kalau mau duel, ya lu-lu aja, jangan kita yang kena imbasnya.
Dashboard datasetnya saya bikin disini:
https://t.co/0u6cJ5vlTk
Aktor BREAKING BAD Giancarlo Esposito baru saja jadi mualaf. Dia pindah ke agama Islam setelah merasa nyaman berinteraksi dengan Muslim selama syuting di Arab Saudi.
Beneran jadi "Gus" Fring 😁
Kita berhutang pada Affan Kurniawan, 135 korban tragedi Kanjuruhan, orang2 yang mengalami kekerasan dan kriminalisasi korp coklat
Hutang itu seharusnya bisa dibayar dengan merevolusi institusi Polri sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya
Tapi apa yg dilakukan negara?
Ini yang gw gak suka
Pernah sadar gak? Kalo pemerintah mau naikin harga BBM, mereka bisa umumin malam ini, dan besok paginya jam 00.00 harganya langsung berubah. Negara bisa langsung nyelametin APBN detik itu juga.
Tapi giliran gaji pekerja? Berdasarkan aturan (kayak PP 36/2021 atau PP 51/2023), penyesuaian UMR itu cuma diketok satu tahun sekali di awal tahun.
Jadi kalau BBM naik lagi di bulan September, lu harus nanggung boncos biaya hidup selama berbulan-bulan sampai nunggu penyesuaian gaji tahun depan.
Dan ingat, kenaikan gaji tahun depan pun dihitung pakai rumus inflasi masa lalu yang kebanyakan ditekan angkanya biar pengusaha gak merasa rugi
Pekerja dipaksa nombokin selisihnya pakai keringat sendiri.
Udah gitu kenaikan upah riil pekerja (upah yang udah dikurangi inflasi bahan pokok) itu cuma di kisaran 1% doang.
Artinya, daya beli lu sebenarnya mandek atau malah drop.
Gak ada guna nya 😭
Aduhhh kerjaan gw kan gak lepas dari motor yah 😭 yaudah lahh mau gimana lagi.