Nasib nahas menimpa pasangan lansia buta huruf asal Pekalongan, Jawa Tengah, Dayat (77) dan Darmi (63), yang kehilangan jatah Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sejak awal tahun akibat data kependudukan mereka terindikasi judi online.
Ironisnya, pasutri yang tergolong kelompok sangat miskin (desil satu) itu bahkan tidak memiliki ponsel, melainkan menjadi korban penyalahgunaan identitas KTP oleh pihak tak bertanggung jawab hingga bantuan senilai Rp600.000 per tiga bulan yang menopang hidup mereka terpaksa terhenti.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Bansos #JudiOnline #Pekalongan #Viral #Lansia #Pasutri #KTP #Judol
Dua ekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) terekam kamera jebak atau kamera trap di kawasan Hutan Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.
Kemunculan dua predator puncak Pulau Jawa tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 25 detik. Dalam rekaman tersebut, dua macan tutul terlihat melintas di jalur yang sama.
Keduanya memiliki variasi warna berbeda.
Macan pertama memiliki morf melanistik atau dikenal sebagai macan kumbang dengan warna hitam pekat. Sementara macan kedua memiliki pola totol atau rosette yang menjadi ciri khas macan tutul Jawa. Rekaman ini menunjukkan keberadaan dua individu dengan variasi warna berbeda di kawasan hutan Mendolo.
Kamera trap tersebut dipasang dalam kawasan ...
🎥: @swaraowa
Kasihan sekali jadi WNI. Padahal nenek sedang berusaha untuk bertahan hidup demi sesuap nasi.
Padahal amanah UUD 1945 mengatakan bahwa :
“fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara“
Diatur dalam Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pengelola Negara dan Aparatnya SANGAT DZOLIM!!
Bagaimana menurutmu?
Bikin geleng-geleng kepala! Bisa-bisanya uang negara dihamburkan buat biaya dapur MBG siluman yang dibangun di tengah hutan sawah hingga kuburan.
Tak tanggung-tanggung, temuan investigasi dari 300 lebih titik dapur MBG di Cilacap 100 diantaranya fiktif.
Bangsat nih warga Malaysia menyiksa ART warga Indonesia sampai segitunya. Seperti apa sih kesalahannya kok menyiksa membabi buta begitu. Ini yang harusnya diperjuangkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia cc pak @prabowo