"Beruntunglah para pemimpin Jam'iyyah Nahdlatul Ulama yang memperjuangkan jam'iyyahnya. Dan celakalah para pemimpin yang memperkuda (menunggangi) Jam'iyyah Nahdlatul Ulama untuk mengejar kepentingan pribadi. Amin."
#pojokNU
maka bisa dipastikan batu-batu perbuatannya akan menyusul dengan sendirinya.
Ini barang nggak kelihatan, tapi bukti kejadian yang sudah terjadi harus diingat dan terus menjadi pelajaran untuk yang lainnya.
Gus Dur bilang, nggak ada yang repot kok. Hehe.
Nahdlatul Ulama akan tetap dan selalu menjadi Nahdlatul Ulama. Ia berdiri dan didirikian tidak dengan tangan kosong dan proyeksi yang kosong. Ia akan terus berjalan bersama pengurus dan kulturnya yang mengakar kuat.
Tapi intinya ini, siapa yang main-main dan coba mempermainkan,
Era saat ini ajaib, umpatan dalam kemasan produk tawa saja bisa menjadi kebahagiaan dan guyuran uang. Tapi sejauh ini, dunia ini cerminan saja. Kalo sudah saatnya dibalik, maka janganlah baper. Izin, emot sakti.
Berfikiran bebas itu setelah berpengetahuan luas, agar tidak hilang مسؤولية العلم (pertanggung jawaban ilmu). Karena العلم شيئ ومسؤولية العلم شيئ آخر
(Sebagian ungkapan oleh KH. Hasyim Muzadi, dalam pidatonya pada Reuni Akbar Alumni PPMDG 2016)
Telupakan engkau kelak dilupakan. Bagai kanisah yang ditinggalkan, bagai sarang burung.. bagai mawar di musim salju, terlupakan dan engkau akan dilipakan, sebagai sosok ataupun catatan. Tapi aku bersaksi bahwa aku hidup dan merdeka manakala aku dilupakan. Mahmod Darwisy.