- Ada orang-orang yang nunggu jam 20.01 biar tarif LRT turun jadi Rp10.000.
- Ada orang-orang yang bela-belain naik Busway sebelum jam 07.00 pagi biar hemat Rp1.500.
- Ada Ojol yang motornya disita petugas saat nganter makanan demi ngejar setoran.
- Ada yang checkout pas tanggal kembar (7.7, 8.8, dst.) demi gratis ongkir dan cashback.
- Ada yang numpang Wi-Fi gratis buat hemat kuota internet.
- Ada yang sengaja transfer lewat bank atau QRIS tertentu biar bebas biaya admin.
- Ada yang memilih bayar pakai metode pembayaran tertentu demi dapat cashback atau poin.
- Ada kurir yang tetap narik meski hujan deras karena kalau berhenti, penghasilannya ikut berhenti.
- Ada orang yang nunda makan siang supaya uangnya cukup sampai akhir bulan.
- Ada orang yang membandingkan harga di beberapa minimarket cuma buat hemat beberapa ribu rupiah.
- Ada orang tua yang menahan beli kebutuhan sendiri supaya uang sekolah anak tetap aman.
- Ada pedagang kecil yang tetap buka sampai larut malam berharap ada pembeli terakhir.
- Ada pekerja yang lembur bukan karena ingin, tapi karena butuh tambahan penghasilan.
- Ada keluarga yang menghitung pengeluaran harian sampai ribuan rupiah supaya kebutuhan bulanannya cukup.
- Ada orang yang rela antre panjang demi dapat sembako atau barang yang lebih murah.
- Ada orang yang berburu promo belanja karena selisih puluhan ribu sangat berarti.
- Ada pekerja yang jalan kaki beberapa kilometer demi menghemat ongkos transportasi.
- Ada orang yang menunda ganti HP atau motor karena uangnya diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga.
- Ada yang bawa bekal dari rumah supaya uang makan bisa dihemat.
TAPI ADA JUGA ORANG YANG NUMPUK 74 KILOGRAM EMAS DIRUMAHNYA !!!
OH INDONESIAKU !!!
A mother joins thousands of protestors who are demonstrating against the government in Jakarta, Indonesia 🇮🇩.
At least one person has been killed and over 50 have been injured in the country's capital after days of unrest.
Kalau Balik Lagi ke Penjurusan, Kita Kehilangan Besar
“Don’t limit a child to your own learning, for he was born in another time.”
— Rabindranath Tagore
Dulu, saat masih sekolah, kita terbiasa mendengar kalimat: “Masuk jurusan IPA aja, biar masa depanmu cerah.”
📃Sebuah utas
Sekali lagi, konsep politik Jawa dengan 'keris di belakang' ditunjukkan secara terang-terangan tanpa malu.
Apa yang terjadi hari ini adalah pengulangan sejarah - dalam konteks, porsi, dan dampak yang lebih bahaya.
"Cara Politik Jawa Menaklukkan Musuh"
=== sebuah utas ===
Ngomong ngasal yg penting keliatan yakin, kasih tambahan "insyaAllah", "literatur yg gw baca" lalu keluarlah kalimat ngaco model gini:
1. transfer DNA lewat makan
2. katak punya 2 tipe darah, darah dingin-darah panas
3. hewan bertaring pasti karnivora
4. serangga berdarah dingin
In 1961, Michael Rockefeller, the youngest son of former Vice President Nelson Rockefeller, and the grandson of American financier John D. Rockefeller Jr. disappeared during his journey through Netherlands New Guinea.
It was originally reported that Rockefeller either drowned or was attacked by a shark or saltwater crocodile.
However, because headhunting and cannibalism were still present in some areas of Asmat in 1961, there has also been speculation that Rockefeller may have been killed and eaten by tribespeople.
A book titled Rocky Goes West by author Paul Toohey claims that, in 1979, Rockefeller's mother hired a private investigator to go to New Guinea and try to resolve the mystery of his disappearance.
The reliability of the story has been questioned, but Toohey claims that the private investigator swapped a boat engine for the skulls of the three men that a tribe claimed were the only white men they had ever killed.
The investigator returned to New York and handed these skulls to the family, convinced that one of them was the skull of Rockefeller.
If this event did actually occur, the family has never commented on it.
However, the History Channel program Vanishings reported that Rockefeller's mother did pay a $250,000 reward to the investigator which was offered for final proof whether or not Michael Rockefeller was alive or dead.
Kids in poor countries are held back for many reasons. But the cognitive burden of lead poisoning makes learning even harder—and may be the simplest challenge to tackle: https://t.co/k93Hur3m4E