#intinyadeh abis 5 org meninggal, 32 org ibu hamil calon manajer Kopdes-Kampung Nelayan dipulagin.
Satunya melahirkan saat jalani pelatihan.
Dikecam keras krn berarti pas periksa kesehataan, ibu2 hamil ini ttp disuruh ikut, termasuk yg udh hamil tua.
Dianggap gak make sense.
This is Taremi's point exactly.
Iran celebrates a late winner... VAR disallows it on a razor-thin call.
FIFA weaponizes everything — hotels, travel, now this.
Refuse to bow = get punished. Stand with the players. Expose it. ✊🏿
🚨 Iran captain Mehdi Taremi just exposed @FIFAcom and the US:
“This is a disaster World Cup. Infantino promised to fix everything in our locker room… he did nothing. We can’t stay in Seattle — forced back to Tijuana every time. They want us out.”
Visa denials for staff. Day-before travel from Mexico. No recovery. Constant harassment because Iran refuses to bow.
This isn’t sport. It’s political sabotage by the empire using the World Cup as a weapon.
FIFA claims neutrality while Infantino plays lapdog. Iranian players still fighting with dignity.
Expose it. Stand with the players.
Sama-sama gak punya kompetensi.
1. Stafsus presiden
2. Komisaris
Untuk meraih jabatan direzim ini cukup mudah:
Jadilah penjilat dan hilangkan harga dirimu.
kepala staf kepresidenan soal manajer kopdes yg meninggal:
"dapat informasi gada kelalaian, ya namanya meninggal tidak serta merta krn latihan militer"
ngejawabnya gada ekspresi sedih malah sambil ketawa kecil
rip empati 🥀
indonesia be like:
- gaji hakim kita naikkan 300 %
- mobil pejabat harus mahal menjaga marwah
- gaji guru besok besok lah kita bahas
tidak ada angarannya, diambil asing
Buset maybach dong mobil operasional. 9M-an aja kok
Iyaa masyarakat vs aparat aja terus. Rejim janginam pura-pura tutup telinga aja.
BUAT REJIM, SILAKAN BENTURIN SAMPE TIBA SAATNYA RAKYAT TUMBANGIN... 🫵🫵😾😾
dr. Icha.
Dokter jaga IGD RS Leona, NTT.
Tanggal 13 Juni 2026: ditunjuk mukanya. Dibentak. Di depan pasien. Di tempat kerjanya.
Pelakunya bukan preman.
Pelakunya: anggota DPRD Kabupaten TTU.
Tanggal 26 Juni 2026: dr. Icha meninggal dunia.
Semakin ke sini, saya makin yakin KDM memang lebih pantas disebut gubernur konten daripada gubernur yang benar-benar fokus membangun organisasi birokrasi.
Ia menyindir ASN karena katanya yang dipikirkan cuma tukin, bukan cita-cita bangsa.
Padahal argumennya punya banyak sekali celah .
Pertama, argumen KDM cenderung membangun false dichotomy, seolah ASN harus memilih antara memikirkan tukin atau memikirkan bangsa. Padahal keduanya bisa berjalan bersamaan. Seorang ASN dapat memiliki idealisme sekaligus memperjuangkan kompensasi yang adil. Menginginkan kesejahteraan bukan berarti kehilangan nasionalisme.
Kedua, KDM tampak mencampuradukkan peran (role confusion). Dalam organisasi, pembentukan visi besar, arah pembangunan, dan tujuan negara adalah tanggung jawab pemimpin politik dan pejabat struktural. ASN pada dasarnya adalah pelaksana kebijakan (bureaucracy as executor), bukan aktor politik yang merumuskan cita-cita bangsa setiap hari. Wajar jika percakapan sehari-hari pegawai lebih banyak berkaitan dengan target kerja, SOP, beban administrasi, atau kesejahteraan seperti tukin.
Ketiga, argumen KDM mengabaikan insentif ekonomi. Dalam teori ekonomi kelembagaan, perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem insentif. Jika pemerintah sendiri menjadikan tukin sebagai instrumen utama untuk mendorong kinerja, maka tidak mengherankan apabila ASN memperhatikan tukin. Sulit menyalahkan individu karena merespons insentif yang dirancang oleh organisasi.
Jika birokrasi kehilangan idealisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mendesain sistem birokrasi, indikator kinerja, mekanisme promosi, dan budaya organisasi? Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pemerintahan. Mengkritik ASN tanpa mengevaluasi desain sistem berisiko hanya menyalahkan gejala, bukan akar masalah sesungguhnya.