menurut gue bunuh diri paling menyakitkan itu ya tetap melanjutkan hidup.
melanjutkan hidup dengan hari-hari yang kita gapernah kita pilih, dengan situasi yang kita ga kita sukain. pada akhirnya kita cuma menjalani semuanya lagi dan mengulang kehidupan yang sama sekali lagi.
silent majority dongo baru pada berani muncul gara-gara #stillprabowo ramean, berani muncul juga bkn gara-gara punya argumen apa-apa tapi karena hashtag doang awokwowkwokw goblok lu semua
merasa “yey aku punya temen aku mau ikutan muncul ah 🥺☝🏻” najis
Ternyata dari sudut psikologi… kalau seorang wanita makin hilang motivasi, mulu pengen tidur, dan hal yang dulu selalu bikin dia senyum sekarang udah nggak bawa rasa apa-apa… kalau spark-nya makin padam, gampang banget tersentuh atau ke-trigger meski sama hal sepele apa pun. 😔 Habis itu mulai nggak peduli sama diri sendiri, makan nggak teratur, tidur juga nggak pernah cukup… itu bukan tanda dia malas.
Asal kalian tahu, antrian mesin cuci darah ini sudah gk karuan saat ini. Jd jgn asal bilang, gk apa2 punya BPJS kok. Kamu punya uang 74 triliun pun, kalo antriannya masih penuh, ya gk akan terlayani.
Terus kalian, sesak, jantung berdebar, gk sadar..
Keluargamu nangis di selasar
Tiap ada koas/DU tanya pro con ambil anestesi, saya jawab:
Con:
Steep learning curve (80% ilmu/skill yg terpakai anda kuasai dalam 2-3 semester, 20% sisanya belajar seumur hidup). Cepat bosan.
Penata pun bisa mengerjakan 80% kasus, 20% sisanya perlu hands on anda. Kelebihan
barisan sakit hati, barisan sakit hati..
lu tu barisan ga punya hati plus otak, penjahat HAM malah dibawa naik sampe ke kursi presiden. otaknya pada berisi kimpul apa yak