Faktanya : Baru di era Prabowo yang namanya Mafia Tambang Perusak alam Bin Maling SDA alias "ATM OKNUM APARAT " disikat
Kejaksaan Agung menangkap buronan kasus dugaan penipuan bisnis batu bara, Richard Arief Muljadi, di Bandara Soekarno-Hatta setelah kembali dari Singapura.
Richard sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Kalimantan Selatan karena tidak pernah menghadiri persidangan kasus yang menjeratnya.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan Richard didakwa dalam perkara penipuan dan penggelapan terkait kerja sama bisnis batu bara yang menyebabkan kerugian sekitar Rp 7 miliar. Setelah diamankan, Richard diserahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarmasin untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini bermula dari kerja sama investasi tambang batu bara antara PT Magnus Neotech Dynaco dan PT Aditya Global Mining. Dalam perjalanannya, batu bara yang telah dibayar oleh pembeli tidak seluruhnya dikirimkan sehingga menimbulkan kerugian sekitar Rp 7,79 miliar.
GUys ini sakit sih......
Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi,
tanpa konferensi pers,
tanpa pernyataan apapun dari kementerian?
Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam.
Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa.
Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya.
Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa.
Ternyata ada sabotase dari dalam.
Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar.
Bocoran pertama:
kas pemerintah hanya cukup 3 minggu.
Bocoran kedua:
uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis.
Bocoran ketiga :
dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing:
Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan.
Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung.
Bukan dari oposisi.
Bukan dari pengamat.
Dari dalam Kemenkeu sendiri.
Dampaknya nyata ke pasar.
Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar.
Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu.
Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri,
ketemu investor satu per satu
menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan.
Bule-bule itu bilang clear.
Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi.
Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri.
Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan:
Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab:
Iya dan tidak. Ada sedikit.
Tapi ada yang lain-lain juga.
Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas.
Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan.
Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen.
Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan:
Pertama
40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya.
Mayoritas perusahaan China.
Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar.
Dua sudah dikejar dan berjanji membayar.
Tapi 38 yang lain masih berjalan normal.
Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah.
Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu:
Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya.
Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak.
Kedua
dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada.
Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya.
Jawaban Purbaya:
Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin.
Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin."
Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya.
Oh, tanda tangan elektronik ada loh.
Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan."
Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman."
Ketiga
sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah.
Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance.
Semua isian dari awal lagi.
Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan:
Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu.
Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot.
Tapi di dalam:
Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri.
Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak.
Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya.
Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam.
Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam.
Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini.
sungguh sakit ini negeri kita
Terima kasih prof gema sudah berbagi pengalaman mengenai komparasi antara biaya pengobatan gigi di US dengan di indonesia. Tapi izin berbagi juga yah prof..
Menurut saya, tarif biaya pengobatan di indonesia menurut saya juga terbilang cukup mahal melihat kondisi ekonomi di indonesia. Karena memang pendapatan rata2 diindonesia yaitu sekitar 6-7jtan. Jadi jika dicompare kurang apple to apple.
Kebetulan saya punya pengalaman juga perawatan saraf gigi di indonesia:
Perawatan di rumah sakit ternama, jaksel
Per 1x visit sekitar 2,5-3jt
Pasien ideal visit 4-5x
Artinya range per 1 gigi perawatan syaraf gigi cost yang keluar 10-12jt
Hasil? Jujur ini oke banget, dan recomended
Lalu pernah juga nyoba di klinik ternama
Per 1x visit lebih murah 1,5-2jt
Visit sekitar 2-3x
Artinya range per 1 gigi yaitu 5-6jt
Terkahir saya juga nyobain, bedah mulut pake BPJS. Zero cost tidak ada biaya sama sekali.
Tapi ampun penangananya beda, pengalaman disuntik pake penghilang rasa sakit, suntikannya itu beda.. biasanya pake suntikan kecil gitu, kali ini yang gede.. pas mau dicabut giginya, masih berasa😭.. akhirnya dokter ngasi suntikan yang jarum kecil baru, hilang rasa. Dan berhasil cabut serta dijahir.
Nah kesimpulannya apa prof? Kesimpulannya yang paling bener dan bijak, adalah rawat kesehatan seluruh anggota tubuh udah paling bener. Jujur berobat di indonesia ini cukup mahal bagi saya. Sebisa mungkin harus bener-bener jaga kesehatan...
Dan menyesuaikan kemampuan serta kapasitas kita..
Sekecil apapun urusan di lembaga itu, harus diketahui oleh pemimpinnya...!!!
Namun beda dengan Kementrian Agama dibawah pimpinan Gus Yakut, urusan yang sangat besar tak dilibatkan, salah satunya tambahan kuota Haji.
Justru diurus oleh Jokowi dibantu menteri yang tidak memiliki kaitan sedikitpun, seperti ;
Menpora Dito
Men BUMN ET dan
Pratikno.
Saat terjadi masalah, orang2 ini tak terlihat seperti lenyap begitu saja, lalu Menag yang harus bertanggung jawab.
Apa Jokowi cs akan dipanggil oleh KPK atau seperti biasa tak akan perna tersentuh hukum?
Even if God were to forgive the Israelis, which I doubt, I could never forgive them for what they did to us.
Watch Halema’s story: a Palestinian who was forced from her village at 15 yo and has lived as a refugee ever since.
Grab some napkins
🇦🇺 Australian Federal Police Commissioner Krissy Barrett confirmed that the Bondi attack was not an isolated incident but involved a wider network. Four Indian nationals were later arrested , allegedly Hindu extremists operating under false Muslim identities.
From Canada to Australia Pakistan to Bangladesh , Indian agencies have been involved in terrorism globally.