BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' IN JAKARTA - Show announcement!
🗓️ 26 & 27 December 2026
📍 Gelora Bung Karno Main Stadium
📝 WEVERSE ARMY MEMBERSHIP PRESALE REGISTRATION: 2026.05.22 (FRI), 12PM - 2026.05.27 (WED), 10AM (WIB)
▶️ ARMY MEMBERSHIP PRESALE: 2026.06.09 (TUE), 12PM - 10PM (WIB)
▶️ GENERAL ONSALE: 2026.06.11 (THU), 12PM (WIB) ONWARDS
Get your your tickets at https://t.co/X3oh5TIPqK
#방탄소년단 #BTS #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_ASIA #BTS_WORLDTOUR_ARIRANG_JAKARTA #iMeIndonesia
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Pilot pesawat tempur Matt Travino, dari dalam pesawat Navy T-45 Goshawk, menangkap gerhana Matahari total diatas langit Texas tahun 2024.
Credit:
https://t.co/iAjvi7g3HZ
PRESTASI HUKUM TERBAIK 2026: DEMI RAMBUT PIRANG SISWA, SATU KELUARGA GURU DIHANCURKAN
Hari ini, Selasa 20 Januari 2026, kita dipaksa menonton sebuah "komedi tragis" di gedung DPR RI. Seorang guru honorer bergaji Rp 400.000 menangis histeris, bukan meminta naik gaji, tapi memohon agar keluarganya tidak dimusnahkan oleh sistem hukum yang buta nurani.
Berikut adalah fakta kronologis yang membuat akal sehat kita mati:
KRONOLOGI (BERDASARKAN FAKTA PERSIDANGAN HARI INI):
Petaka ini bermula pada 8 Januari 2025 di SDN 21 Muaro Jambi. Ibu Tri Wulansari melakukan penertiban terhadap siswa kelas 6 SD yang mengecat rambutnya menjadi pirang (merah). Tiga siswa menurut untuk dirapikan, namun satu siswa membangkang dan melawan. (Sumber: Kumparan, 20/01/2026).
Saat ditegur, siswa tersebut justru memutar badan dan melontarkan makian kata kotor tepat di wajah gurunya. Terkejut dan refleks ingin mendidik adab, Ibu Tri menepuk pelan mulut siswa tersebut—sebuah teguran spontan agar sang anak sadar bahwa lisan kotor itu haram di lingkungan sekolah. Tidak ada darah, tidak ada cacat fisik. (Sumber: Tribun Jambi, 20/01/2026).
Namun, balasan yang diterima sungguh di luar nalar. Sejak Mei 2025, Ibu Tri ditetapkan sebagai Tersangka dan harus wajib lapor mingguan ke Polres sejauh 80 km. Lebih mengerikan lagi, suaminya (Ahmad Kusai) yang ikut terseret konflik saat membela istrinya yang dilabrak, kini telah resmi DITAHAN oleh kejaksaan sejak 28 Oktober 2025. Sudah hampir tiga bulan ia mendekam di penjara. (Sumber: Detik Sumbagsel & Kumparan, 20/01/2026).
MAU DIBAWA KEMANA NEGERI INI?
Membaca fakta di atas, rasanya ingin berteriak tapi dada terlalu sesak.
Kita sedang hidup di zaman "Edan". Di mana rambut pirang seorang bocah SD dianggap Mahkota Raja yang suci dan tak boleh disentuh, sementara harga diri seorang guru boleh diinjak-injak dan dimaki dengan kata kotor.
Coba renungkan dengan hati nurani Bapak/Ibu sekalian: Hanya karena ingin meluruskan akhlak satu siswa, satu keluarga utuh harus hancur lebur. Istri jadi Tersangka, Suami masuk Penjara. Apakah ini yang namanya Keadilan Restoratif? Atau ini adalah Kriminalisasi yang Membabi Buta?
Di mana letak hati nurani penegak hukum kita? Apakah memenjarakan tulang punggung keluarga (suami Bu Tri) adalah prestasi yang patut dibanggakan, hanya demi memuaskan ego orang tua siswa yang tidak terima anaknya ditegur?
Mau dibawa kemana pendidikan negeri ini? Jika menegakkan disiplin dianggap Kriminal, dan membiarkan anak kurang ajar dianggap Hak Asasi, maka jangan kaget. Jangan kaget jika besok lusa, sekolah-sekolah di Indonesia hanya akan berisi Guru-Guru Pengecut. Guru yang datang, duduk, diam, dan masa bodoh.
Guru yang akan tersenyum manis saat melihat anak Anda merokok, tawuran, atau memaki orang tua. Kenapa? Karena kami sayang keluarga kami. Kami tidak mau nasib kami berakhir tragis seperti Ibu Tri dan suaminya.
Selamat. Kalian telah berhasil membunuh jiwa pendidik kami. Silakan nikmati kehancuran moral generasi masa depan yang kalian bangga-banggakan itu.
banyak yg masih diem soal palestin gara2 takut ga kebagian job brand
kalo gw justru nandain orang2 brand yg pernah nyuruh ngurangin twit kritis soal palestina & pemerintah, ga mau ambil lagi
temen2, sumber rejeki banyak, jangan jadi orang gak guna deh manut mulu sama duniawi 👎
sholat kagak
nutup aurat kagak
keseharian ngomong kasar
sex bebas
minum khamr
melanggar syariat
bangga mamerin abis bermaksiat
gak pernah ngaji
tapi sekalinya login twitter, kerjanya menyelisihi pendapat ulama
luar biasa, tinggi banget ilmu gatau dirinya nih urat kuping
Permintaan maaf saja ga cukup. Jujur aja.
Karena mengendarai mobil baja gitu, dengan kecapatan tinggi ke arah kerumunan itu sudah sangat2 ga masuk "akal sehat"
Bukti videonya jelas.
Ga mngkin itu masuk blindspot.