bagaimana jika memang...
perasaanmu tidak pernah tervalidasi.
bagaimana caranya...
untuk sembuh dan berdamai dg diri sendiri.
tapi tetap masih ada di lingkungan yang sama?
impossible things... tapi ya, disini lah aku berdiri.
maksudku... kenapa harus aku yg selalu mengalah? harus selalu mengerti orang lain ? sedangkan, apa yg udah kalian tanamkan sejak kecil? apa yg udah kalian ajarkan sejak aku kecil??
kenapa aku yg harus menjadi bahan salah-salahan?
aku seorang ibu, dan aku juga seorang anak...
aku punya adik laki-laki.. dan aku juga punya suami.
anakku usia 2 tahun, adikku tahun ini sudah lulus smp.
aku gendong anakku menuju sekolah adikku. dari situlah aku mulai sadar.,
oh iya ya...
Ketika senyumnya sudah tidak lagi untukku,
Raga yang setiap saat hadir tapi entah jiwanya kemanaβ¦
Entah sebenarnya siapa yang lebih egois ?
Aku yang meminta untuk tetap bersama, atau dia yang tetap bertahan dengan keras kepalanya ?
Aku sadar sejak lama. Bahwa batin ini tidak baik saja. Batin ini harus istirahat. Tapi aku juga tidak bisa berhenti begitu saja. Tidak bisa aku lakukan. Maka aku setiap hari meminta maaf kepada anakku yg malang. Yg kehilangan kasih sayangnya
Yang setiap hari ada 7/24 jam, pegang a-z kebutuhannya, megang tantrumnya dll aja kalah sama yg cuma megang 1-2 jam itupun gak tiap hari, clue nya di eman-eman, ditimang-timang, dimanja-manja sama yg ga pernah nanganin tantrumnya, beresin kotornya rumah
Yang setiap hari ada 7/24 jam, pegang a-z kebutuhannya, megang tantrumnya dll aja kalah sama yg cuma megang 1-2 jam itupun gak tiap hari, clue nya di eman-eman, ditimang-timang, dimanja-manja. Hah capekkkkk.
Sebelum menikah permasalahan hidup rasanya masih bisa di jalani. Sekarang ini, semua serba sendiri, apa2 dipikir sendiri, diselesaikan sendiri, capek banget rasanyaβ¦ pengen jadi anak bapak lagi. π
@RecehinAjaid Aku cuma pengen suamiku tau. Sadar dan belajar saling memperbaiki diri untuk rumah tangganya dan menjadi orang tua yg sayang selalu sama anaknya