Waktu yang akan menyembuhkan.
Kuncinya, jangan berhenti. Terus bergerak maju, meskipun pelan.
Nggak apa-apa kalau hari ini belum baik-baik saja. Yang penting, kamu tetap melangkah.
Memaafkan itu untuk diri sendiri, bukan untuk membenarkan apa yang sudah dilakukan orang lain.
Supaya hidup kita bisa lebih tenang. Supaya hati nggak terus-terusan sibuk mengulang kejadian yang sama, memikirkan kenapa dia melakukan itu, atau berharap suatu hari dia merasakan sakit yang sama.
Menyimpan amarah terlalu lama itu seperti menggenggam bara api. Kita pikir sedang menghukum orang lain, padahal tangan kita sendiri yang terus terbakar.