Hari ini rapat pembahasan anggaran Badan Gizi Nasional bersama Komisi IX DPR digelar secara tertutup.
Kalian miris gasi guys negeri ini, di luar sana lapisan masyarakat/ mahasiswa sedang demo/ berjuang stop MBG, yang di dalem lagi rapat soal anggaran MBG
yaampunn banyak bgtt pakk pakk kalian tu bukan mau perangg, kami di sini hanya menyuarakan hak hak kami sebagai masyarakat huhu 😭😞❤️
stay safe semuaa 😭
#demo#DEMO#BEMUI
Alasan kami menggugat MBG di MK, karena persoalan anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah menurun drastis, yang berakibat di rumahkannya para guru ASN PPPK. Fenomena ini bak domino, satu persatu kepala daerah merumahkan para guru PPPK ini.
Ingat, kita sudah menyalakan tanda bahaya. Namun pemerintah abai dan sibuk menggaji pemilik SPPG biar lebih giat berjoget dengan gaji 6 juta perhari. Perang Iran dan krisis minyak hanya mempercepat malapetaka ini.
Ulasan lengkap saya tulis di opini kompas, "Reset Pendidikan."
Aku tau beberapa muslim ga peduli karena Iran nganut aliran shiah dan semacamnya. Mungkin sebagian merayakan. But it's not about that, at all. It's not about shiah vs sunni. Ini tentang negara lain bisa-bisanya merasa punya hak untuk membunuh pemimpin negara lain yg berdaulat.
Artikel yang berani dr mz. Moh. Ainun Rizqi.
• Kurikulum Gonta-Ganti Terus: Tiap ada perubahan kurikulum, bahasanya selalu keren: "progresif" atau "visioner". Tapi kenyataannya, guru di sekolah sering bingung karena aturan mainnya berubah terus dari pusat.
• Suara Guru Nggak Didengar: Penulis pakai istilah keren epistemic injustice. alias Negara nggak percaya kalau guru itu pinter. Guru cuma dianggap sebagai "petugas" yang tinggal jalanin perintah, bukan ahli yang paham kondisi murid di lapangan.
• Regulasi "Sok Tahu" dari Pusat: Kebijakan pendidikan kita itu sifatnya top-down (dari atas ke bawah). Orang-orang di kantor pusat yang mungkin jarang masuk kelas, bikin aturan yang harus diikuti semua guru, tanpa nanya dulu ke gurunya: "Eh, ini cocok gak buat murid kalian?"
• Guru Jadi Korban, Di satu sisi harus nurut sama aturan administrasi yang ribet, tapi di sisi lain mereka yang paling tahu kalau murid-muridnya punya kebutuhan yang beda-beda. Akhirnya guru kayak robot yang dipaksa kerja pakai remote control dari jauh.
• Efeknya? Pendidikan Jadi berantakan. Kalau pemerintah terus-terusan merasa paling tahu dan mengabaikan pengalaman nyata guru di kelas, ya pendidikan kita nggak bakal maju-maju. Antara teori di kertas sama kenyataan di kelas bakal selalu nggak nyambung.
“Indonesia kuat!”
“indonesia masih mampu menangani bencana ini”
“indonesia tidak butuh bantuan asing!”
meanwhile these flood victims stay on the tree for 3 days 3 nights during the flood waiting for help. LOOK AT THE CHILDREN AND THE BABY!!!
yaAllah its so heart-breaking😭💔
Aku memilih jatuh cinta, tanpa mengorbankan diriku sendiri.
Cinta yang kupeluk bukan yang gaduh oleh ego, melainkan yang tenang, menguatkan langkah, dan membuatku tetap pulang sebagai diriku yang utuh... ✨️
Selamat pagi, #SahabatKAI!
#KAI121
Support photo 🙏🏼: haryokopangestu (IG)